Dulu Warga Perbatasan Aruk Rela Bangun Jam 2 Pagi Cuma buat Nabung

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 13:51 WIB
Berada di atas perahu lewati permukaan sungai Sambas, menjadi hal yang menyenangkan bagi masyarakat perbatasan Aruk.
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Sambas -

Masyarakat sekitar perbatasan Aruk-Malaysia di Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, sempat mengalami masa-masa sulit karena fasilitas publik yang kurang memadai. Tak terkecuali untuk menabung dan bertransaksi di bank.

Hal ini dialami oleh masyarakat Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, tepatnya sebelum 2011. Seperti yang dialami pedagang bubur di Kecamatan Galing, Miswati (39).

Ia menjelaskan kala itu bank terdekat berada di Desa Sekura, Kecamatan Teluk Keramat. Akses jalan yang masih berupa tanah liat membuatnya harus menyusuri sungai menggunakan perahu motor untuk bisa menabung di bank. Agar bisa sampai di Sekura, ia harus berangkat dini hari.

"Berangkat jam 2 pagi, nggak ada jalan lain, transportasi hanya lewat sungai, jadi dulu di sini masih hutan, ke (Desa) Sekura pakai motor air," katanya kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Motor air yang dipakai merupakan transportasi umum yang hanya beroperasi satu kali sehari. Perahu motor berangkat dari Galing jam 1 atau 2 pagi dan setidaknya sampai di Sekura pada jam 6 atau 7 pagi. Tentunya bila tak ingin ketinggalan motor air, Miswati harus bangun sebelum jam 2 pagi.

Hal serupa juga dirasakan oleh pemilik toko elektronik di Kecamatan Sajingan Besar, Rahadi atau yang akrab disapa Udak (43). Ia mengatakan sulitnya menabung zaman dahulu karena harus menyusuri sungai dan berangkat di pagi buta.

"Waktu belum ada bank, nabungnya di (Desa) Sekura, pakai motor air," katanya.

Begitu pula dengan pedagang sembako di Kecamatan Galing, Artiah (45), yang juga merasakan betapa sulitnya menabung dan melakukan transaksi perbankan sebelum 2011. Artiah juga merasakan sulitnya berangkat dini hari menuju Desa Sekura untuk melakukan transaksi perbankan.

"Nabung di BRI udah lama, nggak ingat lagi dari kapan, udah dari sebelum jalan bagus. Dulu nabung ke (Desa) Sekura pakai motor air," katanya.

Namun, pada 2011, Bank BRI kian dekat dengan masyarakat Kecamatan Galing. Berlokasi di Desa Semunut, Bank BRI memberi kemudahan kepada masyarakat yang ingin melakukan transaksi perbankan.

Kepala BRI Unit Galing Toni Addryan mengatakan BRI Unit Galing merupakan pecahan dari BRI Unit Sekura. Ini karena cakupan wilayah Unit Sekura cukup luas (Kecamatan Teluk Keramat, Kecamatan Sajingan Besar, dan Kecamatan Galing) sehingga harus dilakukan pembagian wilayah. Kini BRI Unit Galing melayani 2 kecamatan, mencakup Galing dan Sajingan Besar.

"Untuk BRI Unit Galing-nya sendiri berdiri sejak 2011, pecahan dari BRI Unit Sekura karena saking luasnya wilayah BRI di Sekura maka diadakan relokasi atau pembagian wilayah," kata Toni.

Kemudahan akses juga dirasakan setelah PLBN Aruk diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2017. Kini masyarakat bisa merasakan mulusnya jalan aspal yang membentang di Kecamatan Galing. Kendaraan bermotor pun sudah bisa berseliweran dengan nyaman.

Di ulang tahun yang ke-125, BRI dengan tema BRILian hadir di perbatasan untuk memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan. Berbagai cara dilakukan mulai dari menghadirkan Kantor Unit BRI di Kecamatan Galing, serta mendirikan 2 ATM BRI dan 16 Agen BRILink yang tersebar di Kecamatan Galing dan Kecamatan Sajingan Besar.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com.

(prf/ega)