Hendropriyono: Nggak Ada Saya Ngomong Bebaskan Rizieq, Itu Pelintiran!

Herianto Batubara - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 13:18 WIB
AM Hendropriyono.
AM Hendropriyono (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Guru Besar Intelijen, Hendropriyono, meluruskan adanya berita di media massa yang berjudul 'Hendropriyono Ungkap Potensi Jutaan Umat Turun Ke Jalan Minta Rizieq Bebas'. Dia menyebut pernyataannya dipelintir.

"Nggak pernah. Itu pelintiran untuk kepentingan mereka. Terus terang saya sangat kecewa. Sedih saya," kata Hendropriyono kepada detikcom, Kamis (17/12/2020).

"Nggak ada saya ngomong bebaskan Rizieq. Nggak, nggak benar. Saya nggak minta Rizieq bebas. Malah saya minta supaya aparat penegak hukum, polisi, dibantu sepenuhnya oleh tentara tegakkan hukum. Jangan ragu-ragu," sambungnya.

Hendropriyono kemudian mengungkapkan keprihatinannya akan kondisi bangsa. Dia menyebut, pada prinsipnya agar negara maju perlu ada stabilitas politik dan keamanan. Dia menyesalkan ada pihak-pihak di Indonesia yang justru terus-menerus merongrong, menciptakan suasana tidak kondusif.

"Tanpa stabilitas kita nggak akan maju-maju. Negara orang sekarang menantang Amerika sebagai negara adidaya karena ada stabilitas. Kita nggak ada stabilitas, diganggu terus. Juga membikin rakyat selalu resah karena keamanannya diganggu terus oleh teriakan-teriakan di jalanan memakai kekuatan massa. Kapan selesainya kita, kapan membangun?" ujarnya.

Jenderal (TNI) Purn. AM HendropriyonoJenderal (TNI) Purn AM Hendropriyono (Muhammad Ridho/detikcom)

Hendropriyono mengatakan prihatin ada pihak yang tidak suka dengan pemerintah kemudian mengganggu keamanan dan stabilitas sosial. Mereka turun ke jalan melakukan aksi dan menciptakan kerumunan di tengah masa pandemi COVID-19. Terlalu banyak kerugian yang ditimbulkan di berbagai aspek.

Karena itu, Hendropriyono mendukung jika Polri melakukan langkah tegas sesuai dengan prosedur hukum terhadap pihak-pihak yang coba-coba mengganggu stabilitas politik dan keamanan.

"Kalau orang-orang sedikit ini mengganggu susu sebelanga, nila yang setitik ini harus disingkirkan. Disingkirkan dari susu sebelanga. Biar saja hidup di luar, artinya di luar susu sebelanga. Kecuali kalau dia sudah bisa jadi putih lagi seperti susu, kembali lagi, silakan. Kalau nggak mau gimana? Kalau nggak mau ya nggak bisa lah hidup di negara yang Bhinneka Tunggal Ika ini," jelasnya.

"Orang-orang segelintir ini dan orang-orang intoleran sebaiknya jangan ada di Indonesia lah. Kalau toh di Indonesia dikurung saja lah. Biar dia sampai sadar," sambungnya.

Hendropriyono menilai keberadaan Habib Rizieq di dalam tahanan juga dimanfaatkan politikus tertentu untuk bermanuver. Dia mengingatkan masyarakat untuk jangan sampai terpancing, yang pada akhirnya bisa membuat bangsa ini terpecah-belah. Dia meminta semua tidak terprovokasi dan terus menggaungkan persatuan dan kesatuan.

Hendropriyono juga menekankan agar anak bangsa tetap menjaga persatuan, jangan sampai terprovokasi hasutan politisi turun ke jalan. Dia mengingatkan pandemi COVID-19 belum selesai. Semua pihak harus terlibat aktif, ikut berperan dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

"Saya ingatkan generasi penerus. Jangan mau ditipu. Ini kerjaan mereka untuk kepentingan politik, kepentingan pribadi mereka. Kalau mereka kalah yang babak belur kamu. Kalau mereka menang, kamu nggak dapat apa-apa. Percaya aja saya," ujarnya.

"Kalau saya nggak ingatkan, dosa saya. Saya ingin generasi muda masa depannya cerah seperti negara orang. Jepang maju, Korea bisa lebih maju. apa nggak sedih lihat begitu. Kalau negeri ini karam, karam semua kita," sambungnya. (hri/van)