Vonis Tommy Sumardi Terkait Kasus Red Notice Djoko Tjandra Digelar 29 Desember

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 12:32 WIB
Tommy Sumardi, mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC). Tommy menilai dirinya pantas mengajukan JC karena telah mengungkap kebenaran.
Tommy Sumardi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta akan menggelar sidang vonis Tommy Sumardi, terdakwa kasus red notice Djoko Tjandra. Sidang vonis akan digelar pada 29 Desember mendatang.

"Sidang digelar kembali pada Selasa, 29 Desember 2020, pukul 10.00 WIB, acara pembacaan putusan," kata hakim ketua Muhammad Damis sebelum menutup sidang di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2020).

Dalam sidang ini, Tommy Sumardi dituntut hukuman 1 tahun 6 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum. Jaksa menilai Tommy terbukti bersalah bersama Djoko Tjandra karena menyuap dua jenderal polisi.

Jaksa mengatakan Tommy memberikan SGD 200 ribu dan USD 270 ribu kepada Irjen Napoleon dan USD 150 ribu kepada Brigjen Prasetijo. Uang tersebut diberikan untuk kepentingan pengurusan red notice Interpol dan penghapusan status Djoko Tjandra dalam daftar pencarian orang (DPO).

Selain itu, Jaksa meminta majelis menjatuhkan pidana tambahan untuk membayar Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa juga meminta hakim mengabulkan pengajuan justice collaborator Tommy Sumardi.

Tommy Sumardi didakwa menjadi perantara suap Djoko Tjandra ke dua jenderal Polri. Dua jenderal itu adalah Irjen Napoleon Bonaparte, yang saat itu menjabat Kadivhubinter Polri, dan Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kepala Biro Koordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri. (zap/eva)