KNPB Berulah, Bunuh Warga di Papua Barat Lalu Sebar Foto untuk Teror Warga

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 10:59 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Ilustrasi garis polisi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Seorang warga Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, diduga tewas dibunuh Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) tersebut lalu menyebarkan foto korban demo untuk meneror warga lain.

"Setelah mereka melakukan pembunuhan terhadap warga, para pelaku ini sempat foto bersama jasad korban, kemudian mereka edarkan untuk meneror warga di sana," kata Pelaksana Tugas Kapolres Persiapan Maybrat Kompol Bernadus Okoka Bernardus dalam keterangan yang diterima, Kamis (17/12/2020).

Aksi keji ini dikecam karena justru dilakukan di bulan kasih, di mana seharusnya semua pihak saling menjaga perdamaian menjelang Natal. Foto tersebut diambil pelaku di lokasi kejadian.

Awalnya ada dua warga Kampung Sori, Aifat Timur, Maybrat, yang dianiaya KNPB pada Jumat (11/12). Korban yang akhirnya meninggal akibat penyerangan tersebut berinisial OA.

Sementara itu, satu warga lainnya berinisial KS mengalami luka serius akibat penganiayaan yang dilakukan KNPB.

"Polisi menerima laporan penganiayaan itu pada Jumat (11/12) sekitar pukul 07.30 WIT. Setelah mendapat laporan, Polisi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban. Korban terluka dibawa ke Rumah Sakit Umum Keyen, Kabupaten Sorong Selatan," kata Bernadus.

KNPB juga merusak tiga sepeda motor, salah satunya milik korban. Sedangkan dua motor lainnya milik tukang ojek dan warga yang berada di sekitar lokasi.

Tiga sepeda motor tersebut telah diamankan polisi sebagai barang bukti.

Pascapenyerangan oleh KNPB, aktivitas pemerintahan di Kabupaten Maybrat sempat terganggu. Sejumlah kantor ditutup. Teror yang dilakukan juga membuat warga takut keluar dari rumah.

Polisi masih menyelidiki kasus penganiayaan yang menewaskan seorang warga itu. Sejumlah saksi telah diperiksa.

"Polisi telah mengantongi identitas pelaku dan sedang melakukan pengejaran bersama TNI," kata Bernadus.

(jbr/idh)