Anies Wajibkan Rapid Antigen untuk Pendatang, PDIP Setuju Jika Digratiskan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 09:09 WIB
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono.
Gembong Warsono (Foto: dok. DPRD DKI Jakarta)
Jakarta -

PDIP DKI Jakarta tidak setuju dengan aturan yang mewajibkan tes rapid antigen bagi orang yang akan masuk ke Jakarta. Menurutnya, tes itu terlalu memberatkan masyarakat.

"Nggak (setuju). Kecuali tes antigennya gratis," ucap Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono saat dihubungi, Rabu (16/12/2020).

Menurut Gembong, Pemprov harus mencari terobosan lain, sehingga tidak memberatkan masyarakat tapi juga tidak memperbanyak penularan virus Corona (COVID-19).

"Walau Jakarta dalam posisi tren COVID-19 naik, penerapan tes antigen akan memberatkan masyarakat. Pemprov perlu mencari terobosan baru guna meminimalkan klaster pendatang," ucapnya.

Bagi Gembong, lebih memperketat pengawasan aturan yang ada saat ini sudah cukup. "Pengawasan diperketat, dengan pengawasan ketat, akan mengurangi pendatang," ucapnya.

Mengurangi mobilitas keluar-masuk Jakarta tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemprov DKI Jakarta. Gubernur Anies Baswedan harus berkomunikasi dengan wilayah lain, khususnya Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

"Pemprov DKI perlu membangun komunikasi dengan pemda lain untuk mengerem warga di luar Jakarta masuk," ujar Gembong.