Anies Terbitkan Ingub-Sergub Natal dan Tahun Baru, Kapasitas Kantor 50%

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 08:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Anies Baswedan / Foto: ANDHIKA PRASETIA/detikcom
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 64 tahun 2020 tentang pelaksanaan pengendalian serta Seruan Gubernur Nomor 17 Tahun 2020 tentang pengendalian kegiatan masyarakat. Anies menyebut hal ini dilakukan untuk menekan laju penyebaran virus Corona (COVID-19) pada menjelang libur natal dan tahun baru.

"Bahwa perangkat hukum kita berupa Pergub (yang mengatur PSBB) tidak perlu ada perubahan, yang dilakukan tambahan adalah Seruan Gubernur, Instruksi Gubernur, dan SK Kepala Dinas yang relevan karena secara garis besar kita berhadapan dengan musim liburan sesungguhnya memasuki akhir tahun ini," kata Anies dalam rapat koordinasi dengan berbagai SKPD, Rabu (17/12) seperti dikutip dalam website ppid.jakarta.go.id, Kamis (17/12/2020).

Anies menyebut pihaknya akan fokus melakukan pengetatan pada kegiatan di luar rumah. Karena menurut Anies, mulai tanggal 24 Desember sampai 2 Januari potensi masyarakat untuk keluar rumah sangat tinggi.

"Concern kita masa liburan kegiatan bersama dalam lingkar kegiatan non usaha, karena itu seruan kita akan siapkan, bahwa yang kita atur pengetatannya potensi di luar rumah itu tinggi yaitu pada tanggal 24 sampai 27 Desember, 31 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021. Periode yang harusnya masyarakat ada di rumah," tuturnya.

Anies berharap dengan dikeluarkannya Instruksi Gubernur dan Seruan Gubernur dapat menekan lonjakan kasus virus Corona di DKI Jakarta. Anies mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi kegiatan di luar rumah jelang natal dan tahun baru.

"Diharapkan melalui Ingub dan Sergub ini, hal yang tidak kita inginkan (lonjakan kasus) tidak terjadi. Kami mengimbau agar masyarakat tetap memprioritaskan berada di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah kecuali untuk kegiatan yang mendasar atau mendesak, sehingga insyallah ikhtiar kita bersama ini akan membawa kita ke fase selanjutnya yakni masyarakat yang aman sehat dan produktif," ucapnya.

Salah satu poin dan Ingub dan Sergub ini adalah mengenai kapasitas kantor. Dalam Seruan Gubernur Nomor 17 poin 1b Anies membatasi kapasitas jumlah orang yang bekerja di kantor menjadi 50 persen. Selain itu, jam operasional kantor juga dipangkas hanya sampai pukul 19.00 WIB.

"Pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab perkantoran atau tempat kerja (kantor) untuk menerapkan batasan jam operasional paling lama pukul 19.00 WIB dan menerapkan batasan kapasitas jumlah orang paling banyak 50 persen yang bekerja di kantor atau tempat kerja dalam satu waktu bersamaan, kecuali yang menyelenggarakan fungsi pelayanan masyarakat dan kedaruratan," demikian bunyi Sergub yang diterbitkan Anies.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah memberlakukan kebijakan 'pengetatan terukur' dalam rangka menekan penularan virus Coronamenjelang libur Natal dan tahun baru. Istilah 'pengetatan terukur' ini digunakan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Seperti diketahui, Luhut merupakan Wakil Ketua Komite Penanganan COVID‑19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Berikut ini poin-poin pengetatan terukur dari pemerintah pusat:
- WFH 75%
- Pelarangan tahun baru di seluruh provinsi
- Pembatasan jam operasional mal, restoran tempat hiburan sampai pukul 19.00 WIB untuk Jabodetabek dan 20.00 WIB untuk zona merah di Jabar, Jateng, dan Jatim
- Pengetatan protokol kesehatan akan dilakukan di rest area dan tempat-tempat wisata.

Tonton juga video 'Anies Wajibkan Rapid Antigen untuk Masuk ke Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/imk)