Jokowi Masuk 50 Muslim Berpengaruh 2021, Ini Harapan Wakil Ketua MPR

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 17:25 WIB
Jazilul Fawaid`
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) masuk dalam daftar tokoh muslim berpengaruh di dunia. Dalam daftar The Muslim 500: The World 500's Most Influential Moslem in the World 2021, Jokowi menempati urutan ke-12 naik satu peringkat yang sebelumnya di urutan ke-13.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia mestinya memiliki peluang untuk tokoh atau pemimpin yang masuk di urutan 5 besar.

"Penghargaan dunia kepada Pak Jokowi yang menempati urutan 12 patut diapresiasi. Ini kita harapkan menjadi motivasi sekaligus penyemangat kepada Pak Jokowi khususnya, dan umat Islam Indonesia untuk bisa lebih berkiprah di dunia internasional," ujar Jazilul dalam keterangannya, Rabu (16/12/2020).

Dia juga bersyukur karena dalam daftar tokoh muslim berpengaruh dunia juga ada nama dua tokoh NU lainnya yakni Kiai Said Aqil Siradj dan Habib Luthfi. Said Aqil berada di posisi ke-18 dan Habib Lutfi berada di peringkat ke-32. Nama paling atas adalah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

"Alhamdulillah dari kalangan Nahdlatul Ulama khususnya Pak Kiai Said Aqil Siroj juga masuk di jajaran orang yang memiliki pengaruh kepada kehidupan umat Islam di dunia," ungkapnya.

Lewat penghargaan tersebut, Jazilul berharap Jokowi bisa lebih memberikan perhatian melalui berbagai kebijakan, khususnya kepada umat Islam di Indonesia. Termasuk juga memerankan peran strategisnya pada diplomasi di dunia-dunia Islam.

"Peran diplomasi ini kelihatannya memang kurang begitu menonjol, tetapi masih terbuka peluang untuk tahun-tahun depan. Ini penting untuk melakukan kiprah internasionalnya dan termasuk juga ormas-ormas, tokoh-tokoh Islam yang lain, ini juga perlu meningkatkan kiprahnya di kepemimpinan dunia internasional," urainya.

Kepada NU, dia juga berharap jangan hanya menjadi organisasi besar di Indonesia, tapi juga memiliki pengaruh yang kuat di dunia atau di belahan negara Islam lainnya.

"Kuncinya pertama pada SDM, sumber daya manusia Islam Indonesia perlu ditingkatkan. Kedua pemberdayaan ekonomi umat ini juga penting untuk diperhatikan karena untuk bisa berkiprah, harus memiliki modal ilmu pengetahuan sekaligus ekonomi yang kuat," pungkasnya.

(akn/ega)