4 Milenial yang Diusung Golkar Ini Menang di Pilkada 2020

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 16:50 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers tentang hasil Pilkada serentak 2020 di Jakarta, Kamis (10/12/2020). Dalam keterangannya Airlangga mengatakan berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) dari 270 wilayah yang menggelar Pilkada serentak, pasangan yang didukung Partai Golkar menang di 165 daerah. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Partai Golkar dinilai sudah bertransformasi menjadi partai milenialis. Banyak kaum muda dan kader-kader milenial diusung Golkar ke panggung politik Indonesia. Di Pilkada 2020 ini Partai Beringin juga mengusung banyak anak muda di sejumlah daerah pemilihan.

"Kepemimpinan Pak Airlangga memberi peluang dan kepercayaan kepada kader-kader muda Partai Golkar," ujar Ketua Bapilu (Badan Pemenangan Pemilu) Partai Golkar Maman Abdurahman dalam keterangannya, Rabu (16/12/2020).

Bahkan di beberapa daerah, kader atau tokoh muda yang diusung Golkar sukses memenangi Pilkada 2020. Misalnya pasangan Adnan Purichta Ichsan (Golkar) dan Abdul Rauf Malaganni (Adnan-Kio) yang menang hingga 92 persen melawan kotak kosong di Pilkada Gowa 2020. Adnan adalah kader Golkar yang baru berusia 34 tahun.

Perolehan suara Adnan- Kio ini menurut lembaga survei Jaringan Suara Indonesia menjadi rekor suara terbanyak dalam pemilihan bupati. Partisipasi pemilih di Gowa tahun ini mencapai 77,32 persen pemilik suara.

Sebelumnya rekor perolehan suara terbanyak dimiliki Nurdin Abdullah saat Pilkada Bantaeng 2013, mencapai 82,58.

Tak hanya di Gowa, Golkar juga mengusung kader muda Dico Ganinduto. Pasangan Dico dan Windu Suko Basuki maju di Pilkada Kab. Kendal. Paslon nomor urut 1 ini mendapat 49,2 persen atau 279.575 suara.

Dico (Golkar)-Windu mengalahkan dua pasangan lainnya yang lebih senior. Padahal dalam survey yang banyak dilakukan sebelum pilkada pasangan Dico- Windu hanya menempati urutan ke-3. Namun saat pencoblosan mereka membuat kejutan dengan memenangkan pemilihan.

Dico yang baru berusia 30 tahun sejak 19 Februari lalu, merupakan salah satu calon bupati termuda. Ia bahkan lebih muda dari calon Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka yang berusia 33 tahun.

Dico hanya kalah dari calon bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky. Aditya adalah calon bupati yang diusung juga oleh Partai Golkar. Aditya yang berpasangan dengan Riyadi memenangi pilkada Tuban dengan peroleh suara 423.236 suara atau 60 persen.

Selain itu ada pula Arif Sugiyanto calon bupati dari Golkar yang berusia 43 tahun juga memenangi Pilkada di Kebumen. Arif yang berpasangan dengan Ristawati Purwaningsih menang sebagai calon tunggal di Kebumen.

Ada pula pasangan Franc Bernhard Tumanggor - Mutsyuhito Solin, yang berhasil memenangkan Pilkada Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Franc Tumanggor adalah kader Golkar yang baru berusia 35 tahun dan memenangi suara hingga 58,6 persen.

"Ini menjadi bukti jika Golkar memberikan kepercayaan besar dan kesempatan seluas-luasnya kepada kader muda untuk maju menjadi pemimpin daerah," jelas Maman.

Munculnya kader-kader muda sebagai pemimpin kepala daerah di Golkar merupakan sebuah terobosan besar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Maman menambahkan, Airlangga Hartarto merupakan sosok pemimpin partai yang berani mengambil resiko. Namun dengan perhitungan politik yang tepat atau "scientific politics", sehingga hasilnya optimal seperti yang sudah dikalkulasikannya.

Sementara itu menurut Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf, guru besar Fakultas Hukum, Universitas Katolik Parahyangan, Golkar adalah partai yang tidak pernah kehabisan kader karena sistem regenerasi dan kaderisasinya baik.

"Kemenangan kader muda Golkar itu menunjukkan kaderisasi yang digalang Airlangga Hartarto berjalan baik di pusat dan daerah," kata Asep yang juga pengamat politik itu.

Ke depan Golkar diyakini terus membuka kesempatan besar bagi kaum milenialis untuk bergabung dan mewujudkan impian mereka di panggung politik nasional.

(ega/ega)