5 Bekal Partai Golkar Dominasi Kemenangan Pilkada Menurut Akademisi

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 14 Des 2020 10:09 WIB
Ilustrasi Partai Golkar
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei memperlihatkan Partai Golkar mendominasi dalam Pilkada Serentak 2020. Meski penghitungan resmi belum selesai, namun Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan Asep Warlan Yusuf meyakini hasilnya kurang lebih akan sama.

"Saya kira, meski belum ada hasil resmi dari KPU, biasanya hasil hitung cepat itu kurang lebih sama. Terutama untuk daerah pemilihan yang memiliki margin kemenangan cukup besar. Hanya untuk dapil yang selisih kemenangannya tipis, perlu dilihat lagi margin of error dari penghitungan cepat itu," ucap Asep dalam keterangannya, Senin (14/12/2020).

Secara garis besar Asep melihat klaim kemenangan itu juga wajar. Menurutnya, ada beberapa poin yang mendasari hal itu, pertama, Golkar punya pengalaman dan kematangan yang ada pada diri para kadernya. Menurutnya itulah ciri-ciri kader Partai Golkar yang tidak dimiliki oleh beberapa partai lain. Tentunya kematangan dan pengalaman ini berimplikasi pada hasil pilkada. Kedua, Asep melihat visi dan misi serta program calon yang diusung Partai Golkar sesuai dengan harapan publik.

"Ini bisa dimaklumi karena Golkar itu memiliki banyak ahli di dalam organisasinya. Mereka punya ahli ekonom, ahli pemerintahan dan sebagainya yang tentu sangat dibutuhkan dalam kontestasi pilkada," tuturnya.

Ketiga, dia melihat Golkar cermat dalam memilih koalisi. Ia mengatakan strategi koalisi ini sangat penting. Dari berbagai konstestasi ia melihat Golkar cermat dalam mencari mitra koalisi. Ia mencontohkan koalisi yang dibangun Partai Golkar dengan PDIP di berbagai daerah. Kemenangan dari koalisi dengan PDIP yang solid itu sangat membantu partai yang dipimpin Airlangga Hartarto itu memenangi sejumlah Pilkada.

"Bahkan koalisi antara Golkar dan PDIP itu nyaris tak terbendung jika keduanya benar-benar solid," ucapnya.

Keempat, dukungan tokoh nasionalis namun tetap religius yang ada di Golkar membuat partai itu sangat kuat dalam memposisikan dirinya di tengah masyarakat.

"Ada banyak partai yang mendeklarasikan dirinya begitu (nasionalis-religius), tapi saya melihat hanya Golkar yang bisa menunjukkan tokoh nasionalis-religius di partainya secara nyata," tuturnya.

Kelima, Asep menilai tokoh atau figur yang diusung Golkar dalam pilkada ini juga tepat dan sesuai harapan publik. Golkar selama ini dikenal mencari figur atau menampilkan tokoh di Pilkada sesuai dengan kriteria PDLT (Prestasi Dedikasi Loyalitas dan Tidak Tercela).

"Namun sehebat apa pun PDLT itu kalau tidak bisa diterima atau tidak sesuai harapan publik tentu juga sulit. Dilihat dari sisi hasil Pilkada kali ini, tentu terdapat relevansi dan pembuktian dengan hasil antara Pileg dan Pilkada," ujarnya.

"Hemat saya relevansi keberhasilan Golkar dengan kepemimpinan Airlangga Hartarto itu pasti ada," imbuhnya.

Menurutnya, di bawah Airlangga, Golkar memiliki sejumlah poin keunggulan. Pertama soliditas. Kedua, kaderisasi berjalan baik di pusat dan daerah. Ketiga kepemimpinan Airlangga telah membuat program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Keempat tentu adalah hasil dari pilkada 2020 itu sendiri. Hanya saja, Asep melihat Golkar masih kurang responsif dalam mengusung isu-isu kekinian.

"Selain itu Golkar juga harus cepat menentukan arah pilihan atau figur untuk 2024 nanti. Golkar harus bisa segera menemukan tokoh yang tepat untuk konstestasi 2024 agar tidak dipaksa oleh figur luar yang memaksakan kepentingan atau tokohnya," pungkasnya.

(prf/ega)