Deplu Koordinasikan dengan Keluarga Pemulangan Bambang
Rabu, 01 Feb 2006 06:31 WIB
Jakarta - Hingga kini, belum ada kepastian jadwal pemulangan Bambang Wilianto (36),WNI yang meninggal di Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di New York pada Minggu (29/1/2006).Begitu juga dengan kepastian apakah kondisi jasad Bambang yang tewas akibat bunuh diri itu akan dikembalikan secara utuh atau dikremasi."Kita belum tahu pulangnya kapan. Hingga kini kita masih berkoordinasi dengan keluarga," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Desra Percaya ketika dihubungi detikcom, Selasa (31/1/2006).Dia menjelaskan, apabila jenazah dikembalikan secara utuh, maka ongkos untuk pemulangan jenazah akan mahal. Namun apabila dikremasi, ongkos pemulangan lebih murah. "Tapi itu tergantung keputusan keluarga," ujarnya.Ongkos pemulangan ini sepenuhnya tanggung jawab dari keluarga. Namun apabila keluarga membutuhkan bantuan, maka Deplu akan membantu. "Dari segi praktek semuanya ditanggung keluarga, tapi tidak menutup kemungkinan Deplu memberikan bantuan," jelas Desra.Seperti diketahui, Bambang ditemukan tewas di basement KJRI New York di Manhattan. Saat ditemukan, Bambang tidak mengenakan kemeja dengan pisau menancap di dadanya. Pergelangan tangannya pun terluka, diduga karena irisan pisau. Berdasarkan hasil otopsi kepolisian New York, Bambang dipastikan meninggal akibat bunuh diri.
(atq/)











































