Jokowi Masuk 50 Muslim Berpengaruh, Golkar: Kebijakannya Berpihak Umat

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 15 Des 2020 14:10 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait penetapan Menteri Sosial Juliari P. Batubara sebagai tersangka
Presiden Jokowi (Rusman/BPMI Setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) masuk daftar 50 muslim teratas dari 500 Muslim Dunia Paling Berpengaruh tahun 2021 versi Pusat Studi Strategi Islam Kerajaan (The Royal Islamic Strategic Studies Centre/RISSC). Partai Golkar menilai banyak kebijakan Jokowi yang berpihak kepada umat Islam di negara dengan penduduk muslim terbesar ini.

"Penghargaan ini jelas merupakan pengakuan dunia muslim atas kepemimpinan Presiden Jokowi di negara muslim terbesar di dunia. Sangatlah pantas Presiden Jokowi ditempatkan sebagai pemimpin muslim paling berpengaruh di dunia pada urutan ke 12," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Selasa (15/12/2020).

Ace mengatakan The Royal Islamic Strategic Studies Centre alias RISSC memiliki indikator tersendiri menetapkan Jokowi sebagai salah satu muslim paling berpengaruh di dunia. Terlebih, kata dia, Jokowi memberi contoh bagi negara muslim lain soal moderasi beragama.

"Secara faktual, Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia tanpa mengabaikan semangat kebinekaan. Indonesia menjadi model bagi negara muslim lainnya dalam mengedepankan semangat moderasi beragama atau wasathiyah," ucapnya.

Tak hanya itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini menilai sejumlah kebijakan Jokowi juga berpihak kepada umat Islam di Indonesia. Salah satunya pengembangan dunia madrasah dan pesantren.

Ace Hasan Syadzily (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)Ace Hasan Syadzily (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)

"Saya kira banyak kebijakan Presiden Jokowi yang jelas memiliki keberpihakan terhadap umat Islam. Pengembangan dunia pesantren, madrasah, pertumbuhan ekonomi syariah yang semakin meningkat, dan lain-lain," ujar Ace.

"Sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia, di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia mampu sebagai negara dengan status berpendapatan menengah ke atas, tentu ini prestasi yang patut dihargai," sambungnya.

Seperti diketahui, dilansir dari situs resmi The Muslim 500, diakses detikcom pada Selasa (15/12), nama paling atas adalah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Adapun tiga orang Indonesia yang masuk 50 besar ialah Presiden Jokowi, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan ulama/anggota Wantimpres Habib Luthfi binYahya.

Selanjutnya
Halaman
1 2