PLN Raih 4 Proper Emas & 19 Proper Hijau dari KLHK

Inkana Putri - detikNews
Senin, 14 Des 2020 21:18 WIB
PLN
Foto: PLN
Jakarta -

PT PLN (Persero) meraih 4 Proper Emas dan 19 Proper Hijau dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) tahun 2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). PLN memang tengah mengelola pembangkit ramah lingkungan sesuai dengan pilar 'Green' dalam transformasinya.

"Hal ini untuk memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang menerapkan dan mengelola lingkungan hidup dan kehutanan" ujar Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin dalam keterangan tertulis, Senin (14/12/2020).

Hal tersebut disampaikan saat pemberian penghargaan Proper Emas di Manggala Wanabakti, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat(14/12).

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengatakan penghargaan Proper merupakan penghargaan bagi dunia usaha yang memiliki kinerja luar biasa dalam pengelolaan lingkungan hidup dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

"Untuk tahun 2020 ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melalui penilaian Proper menambahkan kriteria sensitivitas dan daya tanggap perusahaan terhadap kebencanaan dalam penilaian aspek pemberdayaan masyarakat. Kriteria ini pada dasarnya meminta komitmen pimpinan perusahaan untuk memberikan perlindungan kepada karyawannya sehingga tidak melakukan pemutusan hubungan kerja. Dunia usaha diharapkan mengintegrasikan analisa resiko terhadap bencana, kerentanan sosial dan lingkungan untuk menyusun strategi keberlanjutan bisnisnya," katanya.

Merespons hal ini, Direktur Human Capital and Management PLN, Syofvi Felienty Roekman mengungkapkan prestasi ini merupakan hasil dari upaya kolaborasi yang baik antara PLN dengan masyarakat.

"Penghargaan ini sangat penting bagi PLN. Raihan ini sekaligus menjadi bagian dari semangat transformasi PLN untuk menjalankan kegiatan usaha yang makin berwawasan lingkungan," ungkapnya.

Dalam ajang ini, Proper Emas menjadi penghargaan tertinggi dari penilaian. Hal ini juga menjadi bukti upaya berkelanjutan perusahaan dalam bidang lingkungan, inovasi dalam aspek pemberdayaan sumber daya serta pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Sedangkan, Proper Hijau menandakan perusahaan tersebut taat terhadap peraturan perundangan baik dalam hal penerapan sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, pengurangan dan pemanfaatan limbah B3, penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) limbah padat non B3, pengurangan pencemaran udara dan emisi gas rumah kaca, efisiensi air dan penurunan beban pencemaran air, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat.

Adapun pembangkit-pembangkit PLN yang mendapatkan Proper Emas menandakan telah mengedepankan aspek perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dan inovasi dalam segala hal. Seperti halnya PLTU Tanjung Jati B yang dapat mempertahankan Proper Emas untuk kedua kalinya.

Hal ini juga menjadi bukti PLTU Tanjung Jati B mampu menjadi PLTU yang ramah lingkungan meski menggunakan batubara dalam menghasilkan listrik. Diketahui, PLTU ini berkapasitas 4 x 710 MW dan berkontribusi menyuplai 10-12 persen kebutuhan listrik sistem Jawa-Bali.

"PLTU Tanjung Jati B menerapkan teknologi Flue Gas Desulfurization (FGD), yang digunakan untuk menghilangkan sulfur dioksida (SO2) dari emisi gas buang pembangkit listrik berbahan bakar fosil batubara. FGD merupakan proses pencampuran emisi gas hasil pembakaran batu bara dengan batu kapur basah agar kandungan SO2 yang dilepaskan ke atmosfer, sehingga tidak mencemari udara," paparnya.

Sementara itu, untuk efektivitas PLTU Tanjung Jati B mencapai 95 persen, sehingga SO2 yang dibuang melalui cerobong hanya berkisar 300 mg/Nm3 dari baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar 550 mg/Nm3.

Dalam inovasinya di tahun ini, PLTU Tanjung Jati B berhasil memanfaatkan Artificial Intelligence di boiler sehingga menurunkan pemakaian energi hingga 17 juta Giga Joule (GJ).

Selain itu, pemakaian adjuster flow dalam mengurangi coal spillage berhasil menurunkan emisi udara sebesar 2.500 ton SO2, 4.400 ton NOx, dan 1,3 juta ton CO2eq. Dan dalam pemakaian kembali air sampling conductivity meter untuk service water, PLTU Tanjung Jati B mampu menurunkan beban pencemar sebesar 3,52 ton.

Adapun dari berbagai inovasi tersebut PLN telah melakukan penghematan sebesar Rp 5,42 triliun dalam satu tahun.

"Dengan penerapan teknologi dan inovasi pada PLTU, PLN mampu memanfaatkan keunggulan keekonomian energi fosil batubara sebagai penghasil energi listrik yang murah, namun tetap ramah bagi lingkungan," jelas Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini.

Selain itu, PLN memberdayakan masyarakat melalui berbagai program, yakni melalui berbagai adaptasi program pemberdayaan masyarakat dalam setahun terakhir. Salah satunya adalah program pemberdayaan kelompok difabel yang berhasil menciptakan pasar baru dari produksi hand sanitizer herbal dan masker ramah difabel.

Sementara itu, pada program pemberdayaan nelayan, PLN telah memastikan setiap tahun ada ratusan generasi muda yang tercetak menjadi kader lingkungan dengan implementasi kurikulum sekolah berbasis konservasi laut

Bahkan, PLN juga ikut aktif dalam mengembangkan program mitigasi kebencanaan alam maupun non-alam termasuk COVID 19.

"Kami telah melaksanakan 112 kegiatan untuk menanggulangi bencana, dari skala kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional dengan menggandeng 72 mitra strategis," tambah Syofvi.

Syofvi menjelaskan di bidang pelestarian keanekaragaman hayati, luasan wilayah konservasi laut PLN telah mencapai 5.400 m2. Dalam hal ini, PLN juga telah mampu memperkenalkan inovasi dalam desain terumbu karang buatan dan fish apartment.

"PLN akan selalu berupaya menjaga keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, melestarikan lingkungan hidup secara berkelanjutan, serta bertanggung jawab sosial melalui pemberdayaan masyarakat," pungkasnya.

Sebagai informasi, selain PLTU Tanjung Jati B, Proper Emas juga diraih oleh PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap) Gresik yang dikelola oleh PT Pembangkitan Jawa Bali, serta PLTDG (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gas) Pesanggaran, Denpasar dan PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) Kamojang Darajat, Kabupaten Bandung yang dikelola oleh PT Indonesia Power.

(mul/ega)