BPJS Ketenagakerjaan Diminta Tuntut Balik Pelapor soal Penyelidikan di Kejagung

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Des 2020 16:06 WIB
Stok Ilustrasi Kejagung
Dokumentasi Kejagung (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) atau yang biasa disebut BPJAMSOSTEK didorong untuk menuntut balik pelaporan dugaan kasus di Kejaksaan Agung (Kejagung). Dorongan itu disampaikan Eddy OS Hiariej yang merupakan Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Karena lembaga negara tidak boleh dipermainkan oleh pelaporan-pelaporan yang tidak bertanggung jawab seperti ini," ujar Eddy dalam keterangannya, Senin (14/12/2020).

Sebelumnya Kejagung sudah meminta keterangan sejumlah pihak dalam penyelidikan dugaan penyimpangan investasi yang melibatkan BPJS-TK. Penyelidikan ini muncul bersamaan dengan proses Seleksi Anggota Dewan Pengawas (Dewas) dan Direksi BPJS-TK.

Eddy pun mendorong BPJS-TK menjelaskan ke Kejagung dengan transparan perihal kasus ini. Di sisi lain Eddy meminta Kejagung tidak mengekspos penyelidikan yang masih berjalan itu sebab disebutnya untuk tidak menimbulkan spekulasi dan kegaduhan.

"Jelaskan saja semua yang ingin dimintai kejaksaan secara transparan," ucapnya.

"Seperti kita ketahui, sekarang masih penyelidikan, masih perlu pembuktian apakah ada atau tidaknya dugaan tindak pidana yang dilaporkan. Selesaikan dulu penyelidikan jangan sampai bikin gaduh. Apalagi pemerintah tengah berupaya keras memulihkan ekonomi rakyat yang sedang terpukul akibat COVID-19," imbuh Eddy.

Pada Jumat, 11 Desember 2020, Febri Adriansyah selaku Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejagung mengatakan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Febrie mengatakan pemeriksaan ini dilakukan karena ada pengajuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan investasinya menyimpang.

"Yang jelas kami ingin tahu, itu investasi ke mana saja, besarannya berapa dan nilai saat ini berapa. Karena ada pengajuan BPK kalau investasi menyimpang," ucap Febrie.

Febrie mengaku belum dapat mempublikasikan modus dari dugaan investasi menyimpang di BPJS Ketenagakerjaan. Namun dia mengatakan dugaan penyimpangan investasi seperti kasus Jiwasraya.

"Belum bisa dipastikan modusnya, tapi menyangkut investasi seperti Jiwasraya, tapi modusnya masih belum berani kami buka," tutur dia.

(dhn/fjp)