Edy Minta Atlet Tionghoa Disiapkan ke PON: Di China Juara, di Sumut Makan Aja

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Des 2020 15:38 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi di acara KONI (Ahmad Arfah-detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi di acara KONI. (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meminta pembinaan atlet di Sumut ditingkatkan. Pembinaan, kata Edy, perlu digenjot agar para atlet bisa meraih medali emas di PON 2024.

"Saya mau 2024 main di sini, semua cabang yang main di Sumatera Utara ini harus kita ambil. Tapi bukan kayak di Jawa Barat kemarin. Itu bukan olahraga itu, olah rasa," kata Edy saat pertemuan bersama pengurus KONI se-Sumut di Medan, Senin (14/12/2020).

Edy meminta para atlet disiapkan selama 4 tahun. Dia mencontohkan persiapan saat dirinya dilatih ikut perang di Timor Timur.

"Saya disiapkan untuk perang di Timor, disiapkannya 4 tahun. Berlatih, berkelahi. Selesai, '85 berangkat ke Timor. Sama sekarang ini, 4 tahun kita kerjakan," ucapnya.

Edy meminta ada dokter yang ditugaskan mengukur stamina para atlet. Dia meminta ukuran itu yang dijadikan acuan menentukan umur atlet yang akan ikut di PON.

"Jika dia usia maksimal berkualifikasi, dia rata-rata 22 sampai 24 (tahun), usia maksimal 22-24. Kalau gitu harus disiapkan diantara itu, usia 18-17," ucapnya.

Untuk mendapatkan atlet di usia itu, Edy meminta KONI mengecek ke sekolah. Dia meminta KONI mendatangi rumah hingga sekolah Tionghoa untuk mencari calon atlet.

"Datangi rumah-rumah, sekolah Tionghoa itu. Olahraga apa yang orang itu buat, ada renang. Itu orang Tionghoa di China sana juara satu, orang Tionghoa di Sumatera Utara makan aja. Mana ini? Nggak ada niat juara. Ini yang saya ingin ngomong," jelasnya.

"Ada yang sakit hati, silakan aja kalian sakit hati terus. Pak Ketua KONI, saya mau setiap 6 bulan sekali laporkan ke saya apa perkembangan, tak boleh main-main. Ajang di Papua silakan, tapi itu merupakan pembelajaran untuk kesiapan 2024," sambungnya.

(haf/haf)