Santer Isu Reshuffle, Relawan Desak Jokowi Cari Menteri Siap Dihukum Mati

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Minggu, 13 Des 2020 09:06 WIB
Relawan Ahok dari komunitas Batman Immanuel Ebenezer
Immanuel Ebenezer (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Tertangkapnya dua menteri Presiden Jokowi, yakni Edhy Prabowo dan Juliari Batubara, menguatkan isu perombakan kabinet atau reshuffle menjelang akhir tahun. Relawan Jokowi Mania atau JoMan mendesak Jokowi memilih menteri super yang siap dihukum mati jika korupsi.

"Dicari! Menteri super siap dihukum mati jika korupsi," kata Ketua Umum JoMan Immanuel Ebenezer atau Noel dalam keterangannya, Minggu (13/12/2020).

Noel meminta Jokowi memasukkan nama-nama calon menteri yang punya kredibilitas, integritas, hingga loyalitas. Contoh sosok yang punya tiga hal itu, disebut Noel, ialah Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Mereka hanya contoh. Yang utama adalah figur-figur bersih dan petarung rakyat harus dimasukkan," sebut Noel.

Noel berharap tak ada lagi kasus korupsi yang menjerat menteri Jokowi ke depannya. Aktivis '98 ini menilai negara dan bangsa sedang dalam kondisi yang sulit.

Tantangan wabah COVID dan akumulasi kekecewaan rakyat terhadap kinerja menteri-menteri disebut Noel harus benar-benar diperhatikan. Noel menilai Jokowi butuh menteri-menteri yang cakap bekerja, prorakyat dan NKRI.

"Harus bekerja keras dan punya kredibilitas. Kalau tidak, nanti akan terulang lagi skandal-skandal kasus korupsi menteri," ucap Noel.

Dia yakin masih ada sejumlah kandidat menteri yang memiliki integritas. Noel menegaskan calon menteri Jokowi jika perlu harus menandatangani pakta integritas siap dihukum mati jika korupsi.

"Seleksi dan jaringlah orang-orang super. Punya sikap profesional dan mampu bekerja baik sehingga popularitas Jokowi bisa terdongkrak di mata rakyat bukan malah nyungsep," tegas Noel.

(gbr/dnu)