Habib Rizieq Minta Polisi Tak Kerahkan Pasukan untuk Jemput Paksa

Mei Amelia Rahmat - detikNews
Sabtu, 12 Des 2020 02:55 WIB
Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab akhirnya tiba di Indonesia. Habib Rizieq langsung keluar dari Terminal 3 dan langsung berorasi.
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Habib Rizieq Shihab menyatakan siap memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada pagi ini. Habib Rizieq meminta Polda Metro Jaya tidak mengerahkan kekuatan untuk menjemput paksa dirinya.

"Saya minta ke Polda Metro Jaya, tidak perlu untuk mengerahkan kekuatan secara berlebihan, tidak perlulah ada penjemputan, tidak perlu ada pengerahan pasukan," kata Habib Rizieq dalam tayangan YouTube Front TV seperti dilihat detikcom, Sabtu (12/12/2020).

Habib Rizieq meminta hal itu tidak dilakukan agar tidak menimbulkan kerumunan. Ia juga meminta polisi tidak melakukan upaya paksa karena khawatir ada pihak ketiga yang akan memanfaatkan momentum tersebut.

"Agar tidak terjadi kerumunan, agar tidak mengambil perhatian dari masyarakat, dan agar tidak ada pihak ketiga yang memanfaatkan momentum soal penjemputan saya ini, sehingga bisa timbulkan kegaduhan," katanya.

Di sisi lain, menurutnya, pengerahan pasukan untuk penjemputan paksa terhadap dirinya hanya membuang-buang biaya saja. Untuk itu, dia meminta agar Polda Metro Jaya tidak menjemput dirinya.

"(Penjemputan paksa) itu hanya akan mengeluarkan biaya yang banyak, ditambah menguras tenaga dan paling berbahaya mengundang perhatian masyarakat, sehingga terjadi kerumunan. Begitu terjadi kerumunan, nanti ada pihak ketiga sebagai provokator membuat kegaduhan, sehingga bisa rugikan kita semua," tuturnya.

Habib Rizieq akan datang bersama pengacara. Simak selengkapnya.