Jokowi Tunggu Nama Calon Menteri dari Mega-Prabowo?

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 11 Des 2020 15:08 WIB
Momen kebersamaan Jokowi dan Prabowo Subianto di venue silat Asian Games 2018
Megawati, Presiden Jokowi, dan Prabowo (Laily Rachev/Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Wacana reshuffle kembali mencuat setelah mantan Edhy Prabowo dan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara menjadi tersangka kasus korupsi. Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dinilai sebagai pemegang kuncinya.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari memprediksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan menyerahkan 'jatah' pos Menteri KP dan Mensos kepada kepada partai lain. Kursi Menteri KP tetap milik Gerindra, Mensos tetap di genggaman PDIP.

"Sekali lagi ya, hemat saya, Pak Jokowi ya menunggu nama dari Prabowo dan Ibu Mega, begitu. Jadi bolanya cepat atau lambat bukan di Pak Jokowi, tapi di Pak Prabowo dan Ibu Mega," ujar Qodari kepada wartawan, Jumat (11/12/2020).

Qodari juga menyoroti kedekatan Edhy Prabowo dan Juliari Batubara dengan pimpinan partai masing-masing. Ia menilai kedua menteri yang menjadi tersangka korupsi itu memiliki kedekatan dan sejarah tersendiri, sehingga membuat kedua partai sulit menentukan pengganti menteri.

"Edhy Prabowo punya sejarah yang panjang dengan Prabowo Subianto, dan Juliari Batubara punya sejarah yang panjang dengan Megawati Soekarnoputri. Jadi saya melihat cukup terguncang juga secara emosional, dan karena itu agak waswas untuk mencari penggantinya," jelas Qodari.

Menurut Qodari, pertimbangan dalam aspek kepercayaan atau trust menjadi salah satu penghambat dalam proses reshuffle kali ini. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap waktu pelaksanaan reshuffle.

"Pertimbangannya bukan cuma soal teknis, tapi juga soal trust, ya. Itu saya kira kuncinya soal trust. Nah, itu yang bisa menjadi variabel panjang atau pendek, lama atau sebentar," ucapnya.

Selain itu, Qodari menilai keputusan reshuffle akan dilakukan dengan melihat perkembangan isu terkini. Menurutnya, faktor lain yang yang akan menjadi faktor penentu reshuffle adalah vaksin COVID-19.

"Kayaknya soal reshuffle masih tetap melihat perkembangan isu vaksin, ya. Karena vaksin ini jadi faktor yang sangat determinan dalam mempengaruhi asumsi-asumsi rencana-rencana pembangunan dan kinerja ke depan, gitu," tuturnya.

Simak respons partai pendukung pemerintah soal reshuffle di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2