KPU Tangsel Akan Gelar Pemungutan Suara Ulang Pilkada di 3 TPS

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 11 Des 2020 14:57 WIB
Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Ilustrasi pilkada (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Jakarta -

KPU Tangerang Selatan (Tangsel) akan menggelar pemungutan suara ulang (PSU). Pemungutan suara ulang itu akan dilakukan di tiga tempat pemungutan suara (TPS) di Tangsel.

Pemungutan suara ulang itu dilakukan untuk menindaklanjuti rekomendasi dari Bawaslu Banten. Rekomendasi itu diberikan lantaran adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan di TPS -TPS tersebut.

"Iya betul (akan melakukan pemungutan suara ulang)," kata komisioner KPU Tangsel Mujahid Zein kepada wartawan, Jumat (11/12/2020).

Tiga TPS yang akan dilakukan pemungutan suara ulang itu adalah TPS 15, TPS 30, dan TPS 49. TPS 15 di Kecamatan Pamulang, sementara TPS 30 dan TPS 49 di Kecamatan Ciputat Timur.

"TPS 15 Pamulang Timur, Pamulang; TPS 30 Rengas, Ciputat Timur; TPS 49 Cempaka Putih, Ciputat Timur," ungkapnya.

Mujahid mengungkapkan, rencananya pemungutan suara ulang akan digelar pada Minggu, 13 Desember mendatang.

"Rencananya hari Minggu," ujar Mujahid.

Bawaslu Banten memberikan rekomendasi PSU di beberapa TPS di Tangsel dan Kabupaten Pandeglang. PSU dilakukan karena ada dugaan pelanggaran.

Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudi mengatakan PSU di Tangsel ada di TPS 15 Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang. Pelanggaran di TPS ini karena ada surat suara ditandatangani bukan oleh ketua TPS dan anggota KPPS.

Kedua, di TPS 49 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur. Di TPS tersebut ada 40 lembar surat suara tidak ditandatangani oleh petugas KPPS dan anggotanya. Terakhir ada di TPS 30 Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur. Di TPS itu, katanya ada dua orang yang tidak terdaftar di DPT tapi menggunakan hak pilih.

"Jadi kalau di Tangsel ini surat suara tidak ditandatangani karena KPPS berhalangan hadir kemudian digantikan oleh orang tidak punya SK. Dia tanda tangan padahal bukan petugas," ucap Didih saat dihubungi, Jumat (11/12/2020).

(mae/fjp)