Round-Up

Fenomena Surat Suara Pilkada Penuh Coretan Dianggap Bentuk Kemarahan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Des 2020 05:59 WIB
Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Foto: Ilustrasi Pilkada. (Andhika Akbaransyah)
Jakarta -

Pilkada 2020 meninggalkan jejak coretan-coretan di surat suara paslon. Fenomena ini dianggap sebagai bentuk kemarahan.

Foto surat suara yang dicorat-coret itu salah satunya muncul di Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) 2020 dengan tulisan 'Korup Lu Pada'. KPU Kota Tangsel membenarkan adanya foto tersebut.

Surat suara itu ditemukan di TPS 47 Rempoa, Ciputat Timur, Tangsel. Komisioner KPU Tangsel Mujahid Zein menyebut surat suara itu ditemukan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) saat proses penghitungan suara.

"Foto tersebut pada saat penghitungan surat suara," jelas Mujahid, Kamis (10/12/2020).

Selain tulisan 'Pada Korup Lu', gambar foto ketiga pasangan calon juga dipenuhi tulisan 'HAHAHA'. Mujahid menyebut panitia hanya menemukan satu surat suara yang dicoret.

Di Pilkada Tangsel pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan unggul berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count.

Ketua TPS 47, Syaiful, menceritakan awal mula kejadian. Syaiful menjelaskan surat suara yang dicoret-coret ditemukan saat penghitungan suara. Dia juga mengungkapkan ada tulisan 'HAHAHA' yang menutupi foto ketiga pasangan calon.

"Pokoknya dari 3 pasangan calon itu ya kena semua itu tulisan 'Hahaha'-nya itu," jelas Syaiful.

Syaiful menyebut para panitia dan saksi langsung mengabadikan kejadian itu setelah melihat adanya surat suara yang dicoret.

"Kita juga anggota KPPS sempat pada foto. Saksi juga foto," ujar Syaiful.

Dari keterangan Syaiful surat suara hanya dicoret-coret tanpa ada titik yang dicoblos. Surat suara itu diputuskan tidak sah.

"Itu kita putuskan karena kan kita masih disaksikan 3 saksi yang pada saat penghitungan masih ada di TPS, itu termasuk surat surat suara tidak sah," katanya.