4 Desa di Jateng & Jatim Jadi Pilot Studi SDGs Mulai 2021

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 23:36 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar
Foto: dok. Kemendes PDTT
Jakarta -

Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar memaparkan metodologi pengukuran SDGs Desa yang merupakan pembumian Sustainable Development Goals (SGDs) atau Tujuan Pembangunan Nasional yang diundangkan lewat PP Nomor 59 Tahun 2020. SDGs Desa menambahkan poin ke-18 yaitu Kelembangaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif.

"Berdasarkan aspek kewilayahan, 91 persen wilayah Indonesia adalah wilayah desa, 11 tujuan pembangunan nasional berkelanjutan berkaitan erat dengan kewilayahan desa. Sedangkan aksi menuju tercapainya 12 SDGs desa berkontribusi 91 persen pencapaian tujuan pembangunan nasional berkelanjutan," kata Gus Menteri, sapaan akrabnya dalam keterangan tertulis, Kamis (10/12/2020).

4 desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur terpilih menjadi pilot studi SDGs Desa yang dimulai tahun 2021. Output dari pilot studi keempat desa sebagai bahan penyusunan trilogi SDGs Desa buku ke-3. Keempat desa pilot itu adalah Desa Kemojing Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap berpenduduk 744 Kepala Keluarga dan Desa Tempelsari, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung berpenduduk 732 Kepala Keluarga (KK). Keduanya di Jawa Tengah.

Sedangkan dua desa lain di Jawa Timur, masing-masing Mlaten, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro dengan penduduk 751 KK dan Desa Kretek, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso dengan jumlah penduduk 746 KK.

Konsentrasi yang dilakukan kepada 4 desa pilot studi itu berupa sensus untuk seluruh penduduk, keluarga, dan rukun tetangga. Kemudian sensus itu akan muncul hasil berupa profil desa, profil kependudukan, masalah kewarganegaraan, masalah kewilayahan, dan rekomendasi-rekomendasi tentang masalah level individu keluarga, wilayah tingkat capaian SDGs Desa, dan laju pemenuhan sasaran SDGs Desa.

"Empat desa itu memiliki tipologi desa yang berbeda, yaitu pesisir dan pegunungan di Jawa Tengah dan Jawa Timur," imbuhnya.

Gus Menteri juga mengatakan 43% penduduk Indonesia adalah desa, tujuan pembangunan nasional berkelanjutan berkaitan erat dengan warga desa dan aksi menuju tercapainya 6 SDGs Desa berkontribusi 43% pembangunan nasional.

Ia mengatakan SDGs Desa adalah pembangunan total atas desa, menurutnya seluruh aspek pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh warga desa tanpa ada yag terlewat. Pembangunan desa mengarah kepada 18 tujuan pembangunan berkelanjutan dan generasi mendatang tetap menjadi bagian dari pelaksanaan dan pemanfaatan pembangunan.

Gus Menteri mengatakan dasar pemikiran munculnya SDGs 18 adalah menghargai keberadaan bangsa Indonesia yang beragam dalam agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat. Selain itu juga untuk menampung kearifan lokal masyarakat dan kelembagaan desa yang produktif agar bertahan bahkan berkembang.

Penjelasan mengenai SDGs Desa ini masuk dalam trilogi pertama yang dituangkan dalam buku terbitan pertama yang berjudul 'SDGs Desa Percepatan Pencapaian'. Ini adalah rangkaian pertama dari SDGs Desa.

Trilogi kedua diterbitkan dalam buku kedua, yakni 'SDGs Desa, Metodologi dan Pengukuran'. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kesuksesan arah pembangunan desa nantinya.

Metodologi bertujuan untuk mencapai sasaran-sasaran dari 18 tujuan SDGs Desa, terpenuhinya mekanisme kerja sama antarapihak dalam mencapai sasaran-sasaran tersebut dan terwujud ketika dihadapkan pada level desa. Metodologi ini telah melewati kontrol akademis dari Universitas Negeri Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta dan Universitas Negeri Surabaya.

Kontrol akademisi dalam bentuk pengecekan, kerangka pemikiran, konsep, definisi operasional, dan instrumen. Lalu rekomendasi draft-draft yang disusun. Kemudian uji validitas internal instrumen seperti kesesuaian dengan konsep SDGs, dengan hasil valid karena didasarkan pada meta dara Perpres 59 tahun 2017 tentang pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, diambil yang tepat dibangun pada konteks desa.

Uji validitas internal dengan uji kesesuaian dengan konsep ndikator SDGs global, tujuan pembangunan nasional, dan SDGs Desa maka dilaporkan SDGs global ada 196 indikator dan tujuan pembangunan nasional ada 241 indikator. Kemudian ketika dilandingkan ke SDGs Desa, ada 222 indikator yang bisa diterapkan di desa, 210 di antaranya adalah indikator SDGs global dan nasional sedangkan 12 sisanya adalah penjabaran poin ke-18 SDGs Desa.

Selanjutnya dilakukan uji instrumen lapangan pada 26-30 November 2020 di Desa Sumberagung, Kecamatan Perak dan Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Jumlah kuesioner yang diuji ada dua, yakni 18 kuesioner RT, 77 kuesioner keluarga, dan 216 kuesioner individu. Kuesioner desa hanya ada 2, dan seluruh pertanyaan dijawab perangkat desa.

(ega/ega)