MA Sunat Vonis Eks Ketua KONI Samarinda di Kasus Korupsi Dana Hibah

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 17:39 WIB
Ilustrasi korupsi
Ilustrasi korupsi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman Aidil Fitri dari 8 tahun penjara menjadi 5 tahun penjara. Mantan Ketua KONI Samarinda itu korupsi dana hibah olahraga sebesar Rp 2,2 miliar.

Hal itu tertuang dalam putusan yang dilansir website MA, Kamis (10/12/2020). Kasus bermula saat KONI Samarinda meminta bantuan hibah olahraga ke Pemkot Samarinda pada 2014.

Pada 9 Januari 2014, Pemkot menggelontorkan Rp 39 miliar. Dana itu untuk anggaran penunjang peningkatan prestasi sebesar Rp 29 miliar, anggaran pembinaan dan peningkatan prestasi Rp 4,3 miliar, dan sebagainya.

Di pengujung 2014, KONI kembali mendapatkan dana hibah Rp 25 miliar. Anggaran tersebut untuk penambahan dana Porprov V Kaltim sebesar Rp 22 miliar dan sisanya pengadaan peralatan latihan.

Dalam praktiknya, terjadi kebocoran anggaran miliaran rupiah. Aidil selaku pengelola dana hibah mau tidak mau harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka pengadilan.

Pada 5 Mei 2017, PN Samarinda menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan kepada Aidil. Selain itu, Aidul wajib mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 772 juta.

Hukuman Aidil diperberat oleh Pengadilan Tinggi (PT) Samarinda. Vonis Aidil bertambah menjadi 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Uang pengganti bertambah menjadi Rp 811 juta subsider 6 bulan kurungan.

Bagaimana di tingkat kasasi? Baca di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2