Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Stadion Mandala Krida, KPK Panggil 9 Saksi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 12:15 WIB
Gedung KPK
Gedung KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - KPK tengah mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Stadion Mandala Krida di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kali ini penyidik KPK memanggil sembilan saksi untuk diperiksa.

"Hari ini dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (24/11/2020).

Pemeriksaan dilakukan di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta, hari ini. KPK mendalami dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida APBD tahun anggaran 2016-2017 di pemerintahan DIY.

Berikut nama-nama saksi yang dipanggil KPK:
1. PNS Bappeda DIY sekaligus Pokja Proyek Pembangunan Stadion Mandala Krida, Gustik Lestarna
2. Mantan Direktur Human Capital dan Pengembangan PT Wijaya Karya (WIKA), Novel Arsyad
3. Ketua Pokja Pembangunan Stadion Mandala Krida sekaligus PNS Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi SDM, Dedi Risdiyanto
4. Wiraswasta CV Sukses Mandiri Teknik, Erwin Alexander
5. Swasta CV Reka Kusuma Buana, Hery Kristiyanto
6. PNS Setda Provinsi DIY sekaligus Pokja Proyek Pembangunan Stadion Mandala Krida Joko Susilo
7. Direktur Utama PT Citra Prasasti Konsorindo, Irfan Fikri Aulia
8. Anggota Pokja 2 Pembangunan Stadion Mandala Krida sekaligus PNS Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Sumitro Yuwono
9. Staf CV Reka Kusuma Buana, Sigit Susilo Abriansyah

Seperti diketahui, KPK mengusut dugaan korupsi dalam pembangunan Stadion Mandala Krida di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Saat ini KPK tengah melakukan penyidikan.

"Saat ini sedang dilakukan penyidikan oleh KPK dalam perkara dugaan korupsi pekerjaan pembangunan Stadion Mandala Krida APBD TA 2016-2017 di Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (23/11).

Namun Ali belum menyampaikan informasi lebih detail terkait penyidikan perkara dugaan korupsi ini. Ali juga belum bisa menyampaikan pihak-pihak mana saja yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Namun kami belum bisa berikan informasi lebih spesifik karena masih melakukan serangkaian kegiatan penyidikan. Pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka belum bisa kami sampaikan saat ini," ujar Ali. (fas/azr)