Cara Kemenkes Giatkan Edukasi Perilaku Hidup Sehat Guna Cegah COVID-19

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Rabu, 09 Des 2020 14:05 WIB
Kemenkes
Foto: dok. Kemenkes
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, merangkul elemen masyarakat guna mengefektifkan edukasi perilaku hidup sehat sesuai Pedoman Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan COVID-19 di RT/RW/Desa.

Dalam pilot project kegiatan di RW 09, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, warga yang didampingi tim dari Puskesmas setempat aktif merancang program pencegahan COVID-19 di wilayahnya. Warga menentukan tim pendamping yang akan memastikan program edukasi dan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di tiap RT berjalan dengan baik.

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Riskiyana Sukandhi Putra turut mendampingi kegiatan tersebut. Saat meninjau ke lokasi, ia mengimbau masyarakat agar tetap menjalankan 3M, tetap tenang dan berpikir positif, serta rajin berolahraga dan menjaga kesehatan tubuh.

"Dukungan pemangku kepentingan dan tokoh masyarakat serta peran aktif masyarakat sangat penting dalam memerangi COVID-19," pesan Riskiyana dalam keterangan tertulis, Rabu (9/12/2020).

Sebagai pembekalan, tim konsultan bersama tim dari Puskesmas Rangkapan Jaya memberi edukasi terkait COVID-19, mulai dari situasi terkini, penyebaran dan risiko penularan, serta cara pencegahan transmisi dengan disiplin menerapkan prinsip 3M. Tim Puskesmas Rangkapan Jaya juga mengikutsertakan dan menyosialisasikan peran warga, tokoh agama dan masyarakat, serta RT dan RW. Khususnya ketika ada warga terkonfirmasi COVID-19, yakni saling membantu dan memberikan semangat untuk sembuh dan tidak mengucilkan.

Setelah pembekalan, warga kemudian membuat dan melaksanakan kegiatan sesuai siklus pemberdayaan masyarakat mulai dari pendataan kondisi kesehatan warga, survei mawas diri, musyawarah masyarakat, perencanaan partisipatif, pelaksanaan kegiatan dan pemantauan.

Berdasarkan hasil yang diperoleh dan musyawarah masyarakat, maka dilakukan kegiatan di antaranya memproduksi media kampanye protokol kesehatan berupa spanduk, poster dan stiker, penyediaan thermogun dan fasilitas umum cuci tangan pakai sabun (CTPS) sederhana yang ditempatkan di berbagai lokasi, melakukan program penghijauan dengan tanaman obat keluarga serta budidaya ikan dalam ember (budikdamber).

Berjalan sejak September hingga November 2020, program pemberdayaan masyarakat tersebut perlahan membuahkan hasil. Sinergi antar masyarakat mendorong perubahan perilaku ke kebiasaan hidup sehat dan kedisiplinan dalam penerapan prinsip 3M.

"Jika sebelumnya masih ada warga yang tidak memakai masker saat mengikuti berbagai kegiatan kemasyarakatan seperti arisan dan pengajian, kini pemandangan tersebut tidak ditemui lagi. Warga juga kian terbiasa mencuci tangan memakai air mengalir dan sabun serta menjaga jarak satu sama lain. Keberadaan fasilitas umum mencuci tangan juga makin mudah ditemukan di berbagai lokasi seperti warung, mushola, Posyandu dan pos ronda," imbuhnya.

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Herawati berharap program pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan COVID-19 di lingkungan masing-masing terus berlanjut.

"Sinergi Tim Pendamping RT dengan tokoh agama, masyarakat, dan lembaga di wilayahnya dalam mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga 3M dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari turut menjadi kunci dalam menekan pandemi COVID-19 makin meluas," ujarnya.

(prf/ega)