Hari Antikorupsi, Novel Baswedan: Pelemahan KPK Harus Tetap Disuarakan

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 09 Des 2020 11:24 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan memenuhi panggilan Komisi Kejaksaan RI (Komjak RI) hari ini soal polemik tuntutan 1 tahun penjara terhadap dua terdakwa kasus teror terhadapnya.
Novel Baswedan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Peringatan Hari Antikorupsi Dunia (Harkodia) jatuh tepat pada hari ini. Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, menyinggung terkait pelemahan KPK yang harus terus disuarakan agar diperkuat.

Novel awalnya berbicara terkait masalah korupsi di Tanah Air yang semakin banyak. Kondisi itu membuat dirinya merasa khawatir.

"(Tanggal) 9 Desember Hari Antikorupsi Dunia, kita tahu masalah korupsi di Indonesia semakin lama semakin kita rasakan semakin nampak banyak dan ini suatu hal yang mengkhawatirkan," kata Novel dalam akun Instagram-nya seperti dilihat detikcom, Rabu (9/12/2020).

Dia menyebut, saat krisis ekonomi melanda karena pandemi Corona, kehadiran negara tentu diharapkan rakyat. Namun, korupsi bantuan sosial COVID-19 yang menyeret Menteri Sosial Juliari P Batubara malah terjadi dan menjadi pembicaraan rakyat.

"Tentu saja harapan negara menjadi betul-betul diharapkan oleh masyarakat, tetapi masalah korupsi di sektor itu menjadi masalah yang banyak dibicarakan. Baik dugaan terkait dengan dana COVID, anggaran pra kerja dan banyak hal lain lagi," ujar Novel.

Novel lantas mengajak semua pihak terus menjaga semangat kritis dan peduli terhadap pemberantasan korupsi. Menurutnya, pelemahan-pelemahan yang terjadi terhadap KPK harus terus disuarakan.

"Saya kira pelemahan di KPK yang selama ini berjalan harus tetap disuarakan agar pemerintah mau paham untuk perkuat upaya memberantas korupsi. Saya kira itu, terus semangat dan peduli untuk upaya memberantas korupsi," pungkasnya.

Tonton video 'Eks Pimpinan KPK ke Firli Bahuri: Jangan Takut Diancam Siapapun!':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/knv)