Maju Ketum Ikatan Motor Indonesia, Bamsoet Didukung Letjen TNI Putranto

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 17:48 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersilaturahmi ke Kodiklat TNI AD di Bandung. Bamsoet mendapatkan dukungan dari Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Kodiklat TNI AD), Letjen TNI AM Putranto, untuk maju menjadi Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Periode 2020-2024.

Baik Letjen TNI Putranto maupun Bamsoet ternyata memiliki ketertarikan yang sama dalam dunia otomotif. Bahkan, Letjen TNI Putranto sempat berkiprah di dunia otomotif nasional, mulai dari ikut kejuaraan sampai menjadi Pembina Indonesia Off-Road Federation (IOF).

"Selain sebagai Jenderal aktif yang setia menjaga kedaulatan bangsa, Mas Putranto juga punya banyak kiprah di dunia otomotif nasional. Antara lain sebagai Pembina Indonesia Off-Road Federation. Ia juga banyak terlibat dalam penyelenggaraan event balap kejuaraan nasional sprint rally, speed rally, offroad, serta balap motor event komunitas," ujar Bamsoet saat silaturahmi dengan Komandan Kodiklat TNI AD, Letjen TNI AM Putranto, di Bandung, Selasa (8/12/2020).

Tidak hanya itu, keduanya pun memiliki visi dan misi yang sama, yakni memajukan industri dan olahraga otomotif di Indonesia.

"Untuk itu, jika Saya mendapatkan amanah menjadi Ketua Umum IMI, saya ingin mengajak Mas Putranto untuk secara bersama-sama membesarkan organisasi otomotif IMI secara aktif," pintanya.

Lebih lanjut, Ketua DPR RI ke-20 ini mengapresiasi rekam jejak pengabdian Letjen TNI AM Putranto terhadap bangsa dan negara selama bertugas. Dari mulai menjabat Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad, Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya, dan kini sebagai Komandan Kodiklat TNI AD.

"Ketangguhan prajurit TNI AD dalam ideologi maupun bertempur, berada di pundaknya sebagai Komandan Kodiklat TNI AD. Beliau adalah guru yang mumpuni dalam mencetak prajurit TNI AD yang profesional dan berintegritas," tandas Bamsoet.

Tidak hanya itu, Bamsoet juga mendukung Kodiklat TNI AD untuk menyelenggarakan lebih banyak latihan militer, baik secara internal maupun lintas matra dengan AU dan AL, serta latihan bersama atau latihan gabungan dengan militer dari negara lain.

"Untuk itu diperlukan dukungan, khususnya dari segi anggaran, dari pemerintah dan DPR RI. Tanpa adanya ketersediaan anggaran untuk berlatih, prajurit TNI tidak bisa mengembangkan kemampuan dirinya. Ingat, Indonesia adalah negara besar yang kini sedang menjadi rebutan pengaruh dua kekuatan besar dunia, China dan Amerika Serikat. Agar bisa tetap berdaulat di berbagai bidang, kita memerlukan TNI yang kuat. TNI yang senantiasa siap menghadapi segala ancaman bangsa," pungkasnya.

(mul/mpr)