Ketua MPR Dorong Komunitas Motor Buka Usaha Modifikasi, Ini Alasannya

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 07 Des 2020 22:41 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong komunitas motor di berbagai daerah untuk menginisiasi lahirnya pusat usaha modifikasi otomotif di daerahnya masing-masing. Menurutnya hal tersebut menjadikan komunitas motor tak hanya sebatas tempat berkumpul, tetapi bisa menjadi tempat mengembangkan diri dan membuka lapangan pekerjaan.

Saat menerima komunitas motor wartawan senior 'Motoran Tugeder', di Ruang Kerjanya Jakarta, hari ini, ia mengatakan pengembangan usaha modifikasi otomotif bisa menjadi salah satu penyelamat perekonomian dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19. Sehingga, mengembangkan usaha modifikasi otomotif sama dengan memajukan UMKM dan ekonomi kreatif.

"Mengingat sektor UMKM adalah penyumbang terbesar berbagai kebutuhan pelaku usaha modifikasi, dari mulai helm, knalpot, spion, jaket, hingga sepatu, dan berbagai kebutuhan lainnya," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Senin (7/12/2020).

Calon Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menjelaskan, potensi pasar konsumen modifikasi motor sangat besar, karena saat ini Indonesia memiliki sekitar 52 juta penduduk kelas menengah. Modal membuka usahanya pun tak terlalu besar, yang terpenting menurut Bamsoet adalah ide dan kreatifitas, sedangkan modal materi bisa dicari melalui kerjasama dengan berbagai pihak.

"SDM Indonesia sudah terkenal memiliki ide dan kreatifitas yang selalu out of the box. Bahkan tokoh modifikasi dunia, Shige Suganuma, memberikan pengakuan terhadap perkembangan dunia modifikasi otomotif Indonesia. Menurutnya, Indonesia punya style sendiri yang berbeda dengan negara lainnya. Ia menyebutnya sebagai Indonesian Style," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, kehadiran usaha modifikasi otomotif di berbagai daerah juga bisa memperkuat industri otomotif nasional. Keunggulan produk otomotif Indonesia juga sudah diakui dunia.

Seperti pada tahun 2019 lalu, lanjut Bamsoet, Kementerian Perindustrian mencatat Indonesia mampu memproduksi 1,28 juta unit kendaraan roda empat, 300.000 diantaranya diperuntukan ekspor. Sedangkan produksi roda dua dan tiga mencapai 7,29 juta unit, 810.000 diantaranya untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

"Berbagai agen pemegang merek otomotif juga sudah banyak yang menjalin kolaborasi dengan para modifikator. Sehingga bisa memastikan faktor safety dari hasil kendaraan yang dimodifikasi," pungkas Bamsoet.

(prf/ega)