Komisi V DPR Sesalkan CCTV di Lokasi Bentrok Polisi-Laskar FPI Mati

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 13:48 WIB
Arwani Thomafi
Arwani Thomafi (dok. Istimewa)
Jakarta -

Kamera pengintai atau CCTV di sekitar lokasi bentrokan antara polisi dan laskar FPI di Km 50 Jalan Tol Jakarta Cikampek mati. Komisi V DPR yang menjadi mitra Jasa Marga menyesalkan hal itu.

"Kita sangat disayangkan kali CCTV itu mati, kenapa kok sampai mati. Apakah CCTV itu hanya pajangan saja, gimana (perawatannya) selama ini," kata Wakil Ketua Komisi V Arwani Thomafi kepada wartawan, Selasa (8/12/2020).

Apalagi, menurut Arwani, CCTV menjadi bukti yang dibutuhkan saat ini. Sebab, ada kesimpangsiuran informasi terkait insiden polisi dan laskar FPI.

"Dari kasus meninggalnya 6 laskar FPI ini, terjadi perbedaan informasi kronologi atas peristiwa tersebut antara Polri dan FPI. Sebenarnya, silang kata tersebut dapat diminimalisir jika CCTV tersebut online (aktif). Rekaman CCTV dapat menjadi petunjuk untuk mendudukkan persoalan ini dengan jernih dan proporsional," ujarnya.

Arwani meminta Jasa Marga mengambil pelajaran dari kejadian ini. Dia mengatakan Jasa Marga harus segera melakukan penyisiran terhadap seluruh CCTV di ruas tol Jakarta-Cikampek.

"Pelajaran penting dari peristiwa ini, kami mendesak kepada Jasa Marga untuk senantiasa melakukan penyisiran secara berkala dan sesegera mungkin untuk melakukan perbaikan," ujarnya.

Diketahui, insiden penembakan laskar FPI terjadi di Jalan Tol Jakarta Cikampek sekitar Km 50. Enam dari 10 pengikut Habib Rizieq tewas ditembak polisi pada Senin (7/12) dini hari.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkapkan penembakan tersebut dilakukan lantaran pengikut Rizieq melakukan penyerangan terhadap polisi.

"Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur, sehingga terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS yang berjumlah 10 orang, meninggal sebanyak 6 orang," kata Fadil Imran, di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin (7/12) kemarin

Penjelasan Jasa Marga ada di halaman selanjutnya:

Penjelasan Jasa Marga terkait matinya CCTV

PT Jasa Marga mengatakan kamera pengintai atau CCTV di Tol Japek Km 49 hingga Km 72 mengalami gangguan pada saat insiden itu terjadi.

PT Jasa Marga melalui anak usaha yang bergerak di bidang pengoperasian jalan tol, PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), menjelaskan bahwa ada gangguan pada link jaringan backbone CCTV/Fibre Optic di Km 48+600 sejak Minggu (06/12) pukul 04.40 WIB. Gangguan di titik tersebut mengakibatkan jaringan CCTV mulai dari Km 49+000 (Karawang Barat) sampai Km 72+000 (Cikampek) menjadi offline atau mati.

"Setelah mendapat laporan adanya gangguan CCTV offline, petugas di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek melaporkan hal tersebut sejak hari Minggu (06/12) pada pukul 06.00 WIB kepada tim inspeksi untuk kemudian melakukan penyisiran mencari lokasi penyebab masalah tersebut," kata Direktur Utama PT JMTO Raddy R. Lukman dalam keterangan yang diterima detikcom, Selasa (8/12/2020).

Raddy mengatakan petugas tidak langsung melakukan perbaikan lantaran kondisi hujan dan pertimbangan kondisi lalu lintas. Perbaikan diselesaikan pada Senin sore.

"Perbaikan baru dapat diselesaikan pada hari Senin (7/12) sekitar pukul 16.00 WIB," tutup Raddy.

(eva/gbr)