Eksklusif

Maaher Nasihati Rehan Al Qadri: Ngapain Sih Kamu 'Hayya Alal Jihad', Lebay!

Herianto Batubara - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 13:09 WIB
ustaz maher
Soni Eranata alias Maaher At Thuwailibi (Deden Gunawan/detikcom)

Maaher juga menilai kasusnya ini bukanlah kriminalisasi terhadap ulama. "Ini justru pembelajaran untuk saya, semua teman-teman," kata Maaher, yang mengenakan baju tahanan warna oranye.

Terkait tangisannya, Maaher mengatakan dirinya tidaklah cengeng. Namun dia memikirkan konsekuensi atas kasus yang menjeratnya. Dia berharap bisa bebas karena, jika tidak, dia tidak tahu siapa yang akan mencari nafkah untuk anak dan istrinya.

"Saya sudah nggak peduli apa kata netizen, wah dia singa di luar, di dalam kayak kucing. Saya nggak mikirin itu. Saya mikirin anak-istri saya. Dengan saya bebas, dengan saya nggak ditahan lagi, saya bisa kerja cari nafkah, saya bisa dakwah, ngajar," ucap Maaher sambil menyeka air mata.

Maaher mengaku ke depan akan introspeksi dan berubah. Dia bahkan mengungkapkan, di sel tahanan, dia sempat menasihati para tahanan lainnya, termasuk Rehan Al Qadri, tersangka kasus seruan awal azan 'hayya alal jihad'.

"Anak-anak di bawah yang di penjara itu saya nasihatin lho. Kenapa, karena mereka punya anak-istri kan. Udah-lah. Ada Rehan Al Qadri teriak-teriak 'hayya alal jihad'. Semua jadi saksi saya bilang gini, 'mau ngapain sih ente hayya alal jihad'," kata Maaher.

Pelaku seruan Awal Azan 'Hayya Alal Jihad'Pelaku seruan awal azan 'hayya alal jihad' (Foto: Screenshot video)

"Saya menyebut dia itu memang lebay. Dan saya langsung katakan ke orangnya lebay. Karena ngapain sih hayya alal jihad. Mau ngapain?" sambungnya.

Maaher mengaku tidak setuju azan diubah. Menurutnya, apa yang dilakukan Rehan Al Qadri itu provokatif. Namun Maaher tetap berharap Rehan mendapat keadilan.

"Saya bilang 'antum itu provokatif hayya alal jihad, ente punya ape? Ente mau perang. Hayya alal jihad... hayya alal jihad.... Begitu ketemu sama penyidik, kayak kucing dalam karung, dia nggak bisa ngomong apa-apa. Ana nggak setuju dan ini termasuk menurut kami aswaja itu bidah namanya," jelas Maaher.

Menurut Maaher, Rehan Al Qadri masih muda dan cerdas. Dia berharap ke depan Rehan juga bisa berubah. "Saya menyebut dia itu memang lebay. Dan saya langsung katakan ke orangnya lebay," ujarnya.


(hri/tor)