Kapolda Sumut Harap Medan Tetap Kondusif Pascapenembakan 6 Pengikut HRS

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 12:14 WIB
Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin (Ahmad Arfah-detikcom)
Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Kapolda Sumatera Utara Irjen Martuani Sormin berharap penembakan yang menewaskan 6 pengikut pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab, tak membawa dampak pada pengikut Habib Rizieq di Medan.

"Kita juga berharap situasi yang di Jakarta tidak berdampak ke Medan. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat percayalah dan patuh terhadap hukum, kita taat kepada aturan, mudah-mudahan tidak berdampak," kata Kapolda Irjen Martuani saat melepas patroli gabungan untuk pengamanan Pilkada 2020 di area Lapangan Benteng, Medan.

Martuani menegaskan pihaknya bakal menjamin suasana kondusif di Kota Medan itu sangat terkendali. Pihaknya pun bakal di-backup oleh TNI untuk mengantisipasi ke depannya.

"Kami jamin suasana kondusivitas di Kota Medan itu sangat terkendali. Antisipasi kami juga berkoordinasi dengan Panglima Kodam 1 Bukit Barisan bahwa kesiapsiagaan personel kita nomor satu," sebut Martuani.

Sebelumnya, 6 dari 10 pengikut Habib Rizieq tewas ditembak polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (7/12) dini hari. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkapkan penembakan tersebut dilakukan lantaran pengikut Rizieq melakukan penyerangan terlebih dulu pada polisi.

"Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur, sehingga terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS yang berjumlah 10 orang, meninggal sebanyak 6 orang," kata Fadil Imran, di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin (7/12).

Polisi memperlihatkan barang bukti yang didapat dari pengikut Rizieq, berupa dua pucuk pistol serta sejumlah senjata tajam. Fadil mengaku saat itu anggota sedang mengikuti pergerakan pengikut Habib Rizieq lantaran sedang menyelidiki kasus pesan berantai kawal pemeriksaan Habib Rizieq di Pola Metro Jaya.

Sementara itu, Sekretaris Umum FPI Munarman menjelaskan peristiwa itu terjadi seiring dengan perjalanan Habib Rizieq dan rombongan menuju tempat pengajian keluarga. Habib Rizieq dan keluarga dikawal oleh laskar. Total ada delapan mobil dalam rombongan.

"Hari Minggu (6/12) pukul 22.30, beliau meninggalkan lokasi Sentul untuk menuju ke tempat pengajian keluarga inti. Pengajian subuh, tidak libatkan pihak mana-mana, dengan empat keluarga, ada istri, anak, ada menantu. Artinya, ada perempuan di mobil itu, ada cucu beliau, dua orang masih bayi, tiga orang balita, di rombongan Habib Rizieq ada balita. Bayi satu tahun dan ada balita," kata Munarman.

Munarman menyebut ada satu mobil yang menguntit sejak dari Sentul. Kemudian, pengawal Habib Rizieq langsung melindungi Habib Rizieq. Munarman membantah para pengikut Rizieq dari FPI itu membawa senjata api.

(aud/aud)