Round Up

Dorongan Reshuffle Mencuat Usai KPK Bikin 2 Menteri Terjerat

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 07 Des 2020 06:29 WIB
Jokowi bersama kabinet indonesia maju, menteri jokowi, menteri jokowi dan pasangan
Foto: (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta -

Dua menteri kabinet tersangkut kasus korupsi, yakni Menteri KKP Edhy Prabowo dan Mensos Juliari Batubara. Muncul dorongan agar Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet akibat peristiwa itu.

Dorongan agar Jokowi melakukan perombakan atau reshuffle kabinet ini awalnya muncul dari Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Fadli Zon. Fadli menilai saat ini merupakan waktu yang tepat agar dilakukannya reshuffle kabinet.

"Memang waktu yang tepat walaupun terlambat untuk reshuffle," kata Fadli saat dihubungi detikcom, Minggu (6/12/2020).

Anggota Komisi I DPR ini menyebut, meskipun terlambat, perombakan kabinet perlu dilakukan. Ia menyarankan agar posisi menteri dapat diisi orang-orang yang memiliki integritas dan keahlian sesuai bidangnya.

"Cari orang-orang profesional dan ahli di bidang masing-masing. Punya kapasitas, kapabilitas (dan) integritas," sebutnya.

Fadli juga mengatakan penetapan dua menteri sebagai tersangka korupsi menjadi pukulan telak bagi pemerintahan era Jokowi. Hal ini, sebut Fadli, membuktikan bahwa korupsi terus merajalela di Indonesia bahkan di masa pandemi COVID-19.

"Ini pukulan bagi pemerintahan Jokowi kedua. Makin menunjukkan bahwa korupsi masih terus merajalela bahkan di tengah pandemi. Seiring dengan kolusi dan nepotisme yg terus meningkat, demokrasi makin tertekan oleh pendekatan otoritarian terhadap mereka yang kritis," ucapnya.

Usul agar Jokowi segera menetapkan pengganti 2 menterinya yang terlibat kasus korupsi juga datang dari PPP. PPP menilai Jokowi dapat melakukan reshuffle kabinet untuk mengisi 2 kursi menteri tersebut.

Simak video 'Dua Menteri Jokowi Tersangkut Korupsi: Juliari Menyusul Edhy':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3