Mensos Juliari Batubara saat Ditahan KPK: Saya Ikuti Dulu Prosesnya

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 06 Des 2020 19:26 WIB
Mensos Juliari Batubara
Mensos Juliari Batubara saat ditahan KPK (Foto: Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Tersangka kasus dugaan suap bantuan sosial (bansos) Corona Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara meninggalkan Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, malam ini. Juliari akan dijebloskan ke sel Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur untuk menjalani penahanan.

Dari pantauan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Minggu (6/12/2020), Juliari keluar sekitar pukul 19.07 WIB. Juliari tampak mengenakan rompi tahanan berwarna oranye.

Tangan Juliari terlihat diborgol. Juliari nampak menunduk kemudian digiring masuk ke mobil tahanan oleh dua penyidik.

Sebelum masuk ke mobil, Juliari sempat menanggapi pertanyaan awak media yang mencecarnya. Dia menyebut akan mengikuti proses hukum terkait kasus yang menjeratnya.

"Saya ikuti dulu prosesnya ya. Mohon doanya teman," kata Juliari singkat.

Seperti diketahui, Mensos Juliari Batubara dijerat KPK dalam kasus dugaan suap bantuan sosial Corona. Ia dijerat bersama 4 orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke. Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos, sedangkan 2 nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor dari pengadaan bansos.

KPK menduga Juliari menerima jatah Rp 10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket. Total setidaknya KPK menduga Juliari sudah menerima Rp 8,2 miliar dan Rp 8,8 miliar.

"Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee kurang-lebih sebesar Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS (Matheus Joko Santoso) kepada JPB (Juliari Peter Batubara) melalui AW (Adi Wahyono) dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar," ucap Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers sebelumnya.

"Untuk periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul uang feedari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp 8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan JPB," imbuh Firli.

Mensos Juliari Batubara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Joko Santoso dan Adi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan, tersangka pemberi disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Simak video 'KPK Pernah Temui Mensos soal Potensi Penyelewengan Dana Bansos':

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/dhn)