ICW Puji Pegawai KPK 7 OTT Selama 2020, Singgung Pimpinan Utamakan Pencegahan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 20:53 WIB
Kurnia Ramadhana
Kurnia Ramadhana (Ari Saputra/detikcom)

"Firli Bahuri (Ketua KPK) 'Kita tahu, Pak, banyak orang ditahan, Pak, karena OTT. Mohon maaf, karena OTT, banyak sekali. Saya sedih, Pak, melihatnya, Pak. Berarti ada sesuatu yang harus kita kerjakan', dikatakan pada forum fit and proper test calon pimpinan KPK di Komisi III DPR RI, 12/9/19," tutur Kurnia.

Kurnia kemudian memaparkan pernyataan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron serta pernyataan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.

"Nurul Ghufron (Wakil Ketua KPK) 'Sepanjang kami mampu mencegah, akan kami cegah, tapi kalau tidak mau, maka akan kami tangkap. Jadi jangan tunggu KPK OTT atau jebloskan ke penjara koruptor. Jadi OTT itu hanya hiburan saja. Sepanjang cara-cara pencegahan dilakukan tapi masih bandel, ya kami tangkap', dikatakan pada sebuah diskusi virtual, 20/5/20," sebut dia.

"Lili Pintauli Siregar (Wakil Ketua KPK) 'OTT terus-menerus, tapi nilai OTT dan pengeluaran yang besar itu tidak nyambung', dikatakan pada forum fit and proper test calon pimpinan KPK di Komisi III DPR RI, 11/9/19," sambungnya.

Kurnia mengaitkan pernyataan pimpinan KPK tersebut dengan OTT yang dilakukan sepanjang 2019. Dia juga membandingkan OTT yang dilakukan di era pimpinan Firli dengan periode sebelumnya.

"Pernyataan-pernyataan di atas semakin mengonfirmasi bahwa rangkaian tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK pada sepanjang 2020 ini tidak semata-mata dikarenakan komitmen dari pimpinan KPK. Lagi pun, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, penindakan KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri terbilang sangat sedikit," tuturnya.

Berikut data yang dikumpulkan ICW:

Jumlah Tangkap Tangan:
2016: 17
2017: 19
2018: 30
2019: 18
2020: 7 (per 5 Desember 2020).

Selain itu, ICW menyoroti upaya KPK dalam menemukan buron Harun Masiku. Menurut ICW, KPK masih mempunyai tantangan untuk menindaklanjuti kasus besar seperti pengadaan KTP-elektronik.

"Selain itu, tangkap tangan KPK pada kasus-kasus sebelumnya juga masih menyisakan tanda tanya besar bagi publik, yakni terkait ketidakmauan untuk meringkus Harun Masiku. Poin lain juga tentang masa depan penanganan kasus-kasus besar di KPK yang sepertinya tidak ditindaklanjuti dengan cukup baik oleh pimpinan. Misalnya pengadaan KTP-elektronik, Bank Century, BLBI, divestasi PT New Mont, dan lain-lain," jelasnya.


(lir/idh)