1.931 Warga Mengungsi-3 Jembatan Rusak Akibat Banjir di Aceh Timur

Agus Setyadi - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 14:04 WIB
Warga Aceh Timur mengungsi karena banjir  (Foto: dok BPBA)
Warga Aceh Timur mengungsi karena banjir. (Foto: dok. BPBA)
Jakarta -

Hujan deras membuat wilayah Aceh Timur, Provinsi Aceh, banjir. Sebanyak 1.931 warga terpaksa mengungsi. Selain itu, tiga jembatan rusak.

Banjir di Aceh Timur terjadi sejak Jumat (4/12) pagi. Banjir disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur daerah tersebut sejak sehari sebelumnya.

"Korban terdampak banjir di Aceh Timur 6.701 kepala keluarga (KK) atau 26.246 jiwa. Sedangkan jumlah pengungsi 481 KK atau 1.931 jiwa," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Sunawardi dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu (5/12/2020).

Menurut Sunawardi, banjir di Aceh Timur juga menyebabkan tiga jembatan di tiga kecamatan mengalami rusak. Petugas masih mendata dampak kerusakan akibat banjir tersebut.

"Satgas sudah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pendataan dan evakuasi banjir, dan pendistribusian logistik melalui Dinas Sosial," ujar Sunawardi.

Sunawardi mengatakan banjir di Aceh Timur telah merendam puluhan desa di 15 kecamatan. Petugas BPBD Aceh Timur serta pihak terkait berusaha mengevakuasi warga ke tempat pengungsian atau lokasi yang aman.

"Debit air hingga saat ini masih meningkat," jelasnya.

Untuk diketahui, Banjir juga melanda daerah Aceh Utara, Provinsi Aceh, yang menyebabkan sejumlah sungai meluap. Akibatnya, 15 desa di 6 kecamatan terendam banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Sunawardi mengatakan banjir di wilayah Aceh Utara terjadi sejak Jumat sore kemarin. Kawasan itu diguyur hujan deras sejak pagi sehingga menyebabkan Sungai Krueng Jambo Aye-Arakundo meluap.

"Banjir awalnya merendam desa di Kecamatan Tanah Jambo Aye. Dini hari tadi sekitar pukul 03.00 WIB, air Sungai Krueng Keureuto dan Krueng Pirak meluap sehingga merendam 15 desa di enam kecamatan," kata Sunawardi dalam keterangannya, Sabtu (5/12/2020).

(agse/hel)