Buka Konvensi Nasional, Ma'ruf Amin Minta Humas Adaptif Respon Krisis

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 19:07 WIB
Wapres RI Maruf Amin
Foto: Screenshot YouTube Perhumas Indonesia
Jakarta -

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin membuka Konvensi Nasional Humas 2020. Maruf Amin meminta Perhumas turut mendukung program vaksinasi pemerintah.

"Dalam upaya menguatkan organisasi tersebut hendaknya Perhumas dapat juga turut menyukseskan program pemerintah untuk meningkatkan kepercayaan dan optimisme masyarakat dalam pemulihan kesehatan dan kebangkitan ekonomi," kata Ma'ruf dalam sambutannya yang disiarkan di YouTube Perhumas Indonesia, Jumat (4/12/2020).

Maruf meminta insan humas turut mensosialisasi program vaksinasi yang sebentar lagi akan dilakukan serta membantu pemerintah membangun kesadaran masyarakat terkait vaksin COVID-19.

"Lebih dari itu mari bersama sama kita dukung upaya kita bersama dalam mensukseskan program vaksinasi nasional dengan menumbuhkan tingkat kesadaran dan keyakinan masyarakat akan manfaat vaksin dan terus menyuarakan semangat vaksinasi untuk negeri," ujarnya.

Lebih lanjut Ma'ruf Amin juga berharap konvensi ini dapat memfasilitasi munculnya pemikiran-pemikiran baru untuk mendorong transformasi peran humas dalam merespons fenomena risiko-risiko yang belum bisa diprediksi atau menjawab kekhawatiran publik, seperti situasi pandemi COVID-19. Ma'ruf juga meminta humas mampu bersikap adaptif, inovatif, dan kolaboratif dalam merespons keadaan krisis.

"Sebagai insan humas yang adaptif, para profesional humas hendaknya tanggap dan tangkas dalam merespons perubahan yang semakin dinamis seperti situasi krisis pandemi saat ini. Insan humas perlu meningkatkan kemampuan responnya dalam mengatasi pandemi COVID-19 itu sendiri maupun dampak yang disebabkan pandemi COVID-19 terhadap profesi humas," kata Ma'ruf.

Selain itu, Ma'ruf mengatakan humas harus memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk melakukan berbagai inovasi. Ma'ruf meminta Perhumas berfokus membangun komunikasi dengan organisasi lintas sektor guna menjawab perubahan dan tantangan yang ada.

"Saya selalu percaya bahwa citra positif dan reputasi yang baik akan terbangun dengan sendirinya melalui tutur kata dan aksi nyata, baik individu maupun institusi, dalam merespons isu-isu sosial yang ada di Indonesia," katanya.

"Tentunya dibutuhkan kolaborasi tanpa henti diantara para insan humas Indonesia untuk memastikan pengembangan citra, reputasi, dan etika institusi maupun citra bangsa Indonesia secara lebih luas. Untuk itu, saya berpesan agar Perhumas dapat terus mengokohkan komitmen untuk dapat meningkatkan kemampuan insan humas Indonesia, memperdalam pengetahuan Indonesia terkait kehumasan, serta menguatkan komunikasi dan kolaborasi antara anggota maupun masyarakat luas," ungkap Maruf.

Sementara itu, Ketum Badan Pengurus Pusat Perhumas Agung Laksamana juga meminta humas dapat bersikap adaptif serta inovatif terhadap perubahan yang ada. Hal itu untuk menjawab tantangan industri 4.0.

"Humas harus berubah, humas harus adaptif, humas harus berevolusi jika tidak humas akan punah. Dengan kata lain, humas harus adaptif terhadap perubahan yang kontras. Humas harus inovatif dan berevolusi, kreatif. Humas harus kolaboratif, memiliki teamwork, dan spirit dan tidak ego sektoral," kata Agung.

Ketum Badan Pengurus Pusat Perhumas Agung LaksamanaKetum Badan Pengurus Pusat Perhumas Agung Laksamana (Foto: dok. Istimewa)

Acara Konvensi Nasional Humas ini digelar selama 2 hari, mulai Jumat (4/12) hingga Sabtu (5/12) secara virtual. Acara ini juga terdiri atas beberapa sesi webinar yang menghadiri narasumber lain, seperti Menlu Retno Marsudi, Menkeu Sri Mulyani, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB Raditya Jati, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jendral TNI Andika Perkasa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, serta Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono juga hadir.

(yld/hri)