Selain Harris, Ini Deret Panjang Pembunuh Biadab yang Dihukum Mati di 2020

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 15:29 WIB
Terdakwa pembunuhan satu keluarga Harris Simamora di PN Bekasi
Harris, terdakwa pembunuhan sekeluarga di Bekasi (Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta -

Hukuman mati Harry Aris Sandigon alias Harris (25) dikuatkan Mahkamah Agung (MA). Harris mendapatkan hukuman paling berat atas kebiadabannya menghabisi nyawa 4 orang sekeluarga di Bekasi.

"Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/Terdakwa Harry Aris Sandigon alias Harris tersebut," demikian bunyi putusan kasasi yang dilansir di website MA, Jumat (4/12/2020).

Kasus bermula saat Harris membunuh satu keluarga di Bekasi yang terdiri atas Daperum Nainggolan dan istrinya Maya Ambarita serta kedua anaknya, yakni Sarah dan Arya, pada September 2018. Daperum dan Maya dibunuh Harris dengan linggis, sementara Sarah dan Arya tewas dicekik Harris.

Harris ternyata punya hubungan keluarga dengan istri Daperum. Harris pernah dipercaya mengelola kontrakan milik kakak Daperum, Douglas. Harris kemudian ditangkap dan menjalani proses hukum.

Juli 2019, majelis Pengadilan Negeri (PN) Bekasi yang diketuai Djuyamto menjatuhkan vonis mati kepada Harris karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan berencana.

Tak terima, Harris mengajukan banding. Tapi upaya itu ditolak PT Bandung pada Agustus 2019. Putusan itu diketok oleh Herman Heller Hutapea dengan anggota Ridwan Ramli dan Yuliusman. Masih takut dieksekusi mati, Harris memilih mengajukan kasasi dan kemudian ditolak.

Berdasarkan catatan detikcom, Jumat (4/12/2020), Harris menambah daftar panjang pembunuh biadab yang dihukum mati di 2020. Siapa saja? Berikut di antaranya:

1. Deni Prianto (37). Deni membunuh teman perempuan yang dikenalnya di Facebook. Setelah korban dibunuh, mayat korban dibakar dan dibuang kawasan waduk untuk menghilangkan jejak. Deni akhirnya dihukum mati oleh PN Banyumas pada 2 Januari 2020. PT Semarang menguatkan. Majelis kasasi juga tetap menghukum mati Deni.
2. Muhammad Irwan Tutuarima. Korban adalah penumpangnya yang hendak melanjutkan kuliah. Saat melintas di jalur Halmahera, Irwan memperkosa korban dan membunuhnya. Irwan dihukum mati di tingkat PN Saosio dan Pengadilan Tinggi (PT) Maluku Utara. Majelis kasasi yang diketuai Andi Samsan Nganro menguatkan vonis mati itu.
3. Akbar Alfarisi (34), divonis mati. Akbar menghabisi nyawa sopir GoCar. PN Palembang menjatuhkan hukuman mati.
4. Heri Cahyono (39) membunuh korban Heru Susilo (45) tidak lama setelah keluar dari penjara. PN Madiun dan PT Surabaya menjatuhkan hukuman mati.
5. Saiful, kasus pembunuhan dan pemerkosaan gadis Baduy. PN Rangkasbitung menjatuhkan hukuman mati dan dikuatkan PT Banten.
6. Furqon, kasus pembunuhan dan pemerkosaan gadis Baduy. PN Rangkasbitung menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup. PT Banten mengubah menjadi hukuman mati.
7. Habel Lilinger (59), kasus pembunuhan 9 orang. PN Saosio menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup. PT Maluku Utara mengubah menjadi hukuman mati.
8. Hago Baikole (57), kasus pembuuhan 9 orang. PN Saosio menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup. PT Maluku Utara mengubah menjadi hukuman mati.
9. Aulia Kesuma, kasus pembunuhan. Aulia membunuh suaminya dan anak tirinya. Dalam aksinya, ia menyuruh Geovani. PN Jaksel menjatuhkan hukuman mati dan dikuatkan PT Jakarta.
10. Geovanni Kelvin adalah partne kejahatan Aulia Kesuma. PN Jaksel menjatuhkan hukuman mati dan dikuatkan PT Jakarta.
11. Zuraida Hanum membunuh suaminya, hakim PN Medan, Jamaluddin. Zuraida divonis mati di PN Medan dan PT Medan. Dalam aksinya, Zuraida menyuruh Jefri dan Reza.
12. Jefri Pratama, kasus pembunuhan. Di PN Medan dihukum penjara seumur hidup. Di PT Medan dihukum mati.
13. Reza Fahlevi. Kasus pembunuhan. Di PN Medan dihukum penjara seumur hidup. Di PT Medan dihukum mati.
14. Rosehan Anwar (35) membunuh kekasihnya. Pembunuhan itu dilakukan kedua kali. Dihukum mati di Pengadilan Negeri (PN) Pelaihari dan dikuatkan di PT Banjarmasin
15. Sugeng Santoso membunuh dan memutilasi korban perempuan. Potongan badan korban ditemukan di pasar tradisional Kota Malang. Di tingkat pertama dan banding, Sugeng dihukum 20 tahun penjara. Pada Agustus 2020, MA mengubah hukuman 20 tahun penjara menjadi hukuman mati.
16. Sunarto membunuh mantan ibu tirinya. Divonis mati oleh PN Lamongan. Dikuatkan PT Surabaya.
17. Ali Heri Sanjaya. Ali membunuh kekasihnya dan membakar jasadnya untuk menghilangkan jejak. Dihukum mati oleh PN Banyuwangi dan PT Surabaya.

(asp/rfs)