Paslon Pilwalkot Makassar Sepakat Ciptakan Rasa Aman Jelang Pencoblosan

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 12:52 WIB
Debat ketiga Pilwalkot Makassar (Foto: dok. KPU)
Debat ketiga Pilwalkot Makassar (Foto: dok. KPU)
Makassar -

Semua pasangan calon (paslon) di Pilwalkot Makassar sepakat untuk menciptakan rasa aman dan menolak segala bentuk kekerasan menjelang hingga setelah pencoblosan suara 9 Desember nanti. Paslon pun mengajak masyarakat memilih kandidat yang mereka anggap layak pimpin Makassar.

"Jangan meninggalkan Kota Makassar hanya karena kita mempertontonkan demokrasi kekerasan, hujat-menghujat," kata Zunnu Nurdin Halid dalam pernyataan penutupnya di debat III Pilwalkot Makassar, Jumat (4/12/2020).

Selanjutnya, Munafri Ariffudin, yang mewakili paslon nomor 2, menegaskan akan mendukung dan menyelesaikan program pemerintah dalam memerangi COVID-19. Pada kesempatan itu, dia mengajak pemilih membangun lagi Makassar.

"Kami tidak ingin lagi terjadi kekerasan seperti kepada saudara kita, Mus, dan pilwalkot yang bermartabat, damai, dan jujur," sebutnya.

Sementara itu, Danny Pomanto, saat diberi kesempatan, berharap warga melihat visi dan misi setiap paslon sebelum menentukan pilihan. Dia juga berpesan agar menjadikan Pilwalkot Makassar sebagai wahana untuk bertarung dengan ide dan gagasan.

"Jangan biarkan demokrasi ini penuh dengan fitnah dan adu domba. Tidak akan menggoyangkan pemilih cerdas karena mereka bukti nyata. Kami hadir di sini bukan jualan obat," tegasnya.

Terakhir, Fadli Ananda dari paslon nomor 3 berharap pilwalkot menjadi pesta rakyat Makassar. Dia menegaskan pihaknya sangat menghindari kampanye bohong, fitnah, apalagi melakukan tindakan kekerasan. Syamsu Rizal, yang menjadi pasangannya, pun menambahkan tidak akan menggunakan money politics untuk mencari suara.

"Saudaraku, tidak tega rasanya memberikan uang dalam amplop, karena harga diri'ta terlalu rendah jika dinilai dengan rupiah. Maafkan DILAN jika tidak melakukan kekerasan dan saling menghujat. Sebab, milenial tidak suka pemimpin otoriter dan angkuh," ucap Deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal.

(tfq/mae)