Cegah Kegaduhan, Waketum MUI Usul Dewan Kerukunan Nasional Diaktifkan Lagi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 11:43 WIB
Sekjen MUI Anwar Abbas.
Foto: Waketum MUI Anwar Abbas (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai perbedaan pendapat dan pandangan di Tanah Air masih tajam dan diperlukan adanya suatu badan musyawarah. Anwar Abbas mengusulkan Dewan Kerukunan Nasional yang pernah digagas pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diaktifkan lagi.

"Sebagai bangsa kita ingin sekali negeri ini aman tentram dan damai dimana rakyatnya hidup sejahtera dan bahagia. Tetapi hal itu tampaknya belum bisa kita wujudkan karena perbedaan pendapat dan pandangan di antara kita sebagai anak bangsa masih tajam," kata Anwar Abbas dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/12/2020).

Anwar Abbas menjelaskan alasan mengapa perbedaan pendapat di dalam negeri meruncing. Dia melihat adanya perbedaan kepentingan hingga sudut pandang.

"Pertanyaannya mengapa hal itu bisa terjadi? Ya, karena berbedanya informasi dan kepentingan serta sudut pandang yang kita pergunakan. Untuk itu menurut saya kita harus duduk bersama membicarakan apa yang telah menjadi persoalan di antara kita. Dan di dalam bermusyawarah tersebut kita harus samakan sikap dan pandangan kita," ujarnya.

Atas penilaian itu, Anwar Abbas teringat dengan gagasan Dewan Kerukunan Nasional yang pernah didengungkan pada periode pertama Presiden Jokowi. Anwar Abbas mengusulkan agar gagasan Dewan Kerukunan Nasional itu dilanjutkan kembali.

"Lalu timbul pertanyaan siapa yang akan menyelenggarakan dan atau menjadi penyelenggara musyawarah dan dialog tersebut? Menurut saya gagasan Presiden Jokowi untuk membentuk satu dewan dengan nama Dewan Kerukunan Nasional (DKN) yang sudah pernah beliau gagas dalam periode lalu untuk dilanjutkan dan diaktifkan kembali dimana tugasnya adalah mencari titik-titik temu dari perbedaan-perbedaan pendapat dan pandangan yang ada dan hasilnya oleh DKN diserahkan kepada pemerintah sebagai masukan untuk ditindak lanjuti," ucapnya.

Bila adanya Dewan Kerukunan Nasional itu, kata Anwar Abbas, sedapat mungkin meredam kegaduhan. Permasalahan nasional pun menurut Anwar Abbas dapat ditanggulangi secara kolektif.

"Sehingga dengan demikian negeri ini tidak lagi sering terganggu oleh kegaduhan dan kerusuhan seperti yang ada sekarang sehingga kita harapkan persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa akan dapat kita atasi secara bersama-sama sehingga masalah COVID-19 dan kehidupan ekonomi yang sangat berat yang kita hadapi saat ini akan bisa kita atasi karena semua pihak sudah sama visi dan pandangannya dalam memajukan negeri yang sama2 kita cintai ini," imbuhnya.

Seperti apa awal mula usulan Dewan Kerukunan Nasional ini? Simak di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2