Round-Up

Trauma Warga Sebab Rumah Dibakar Ali Kalora

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 07:33 WIB
Selain membunuh satu keluarga di Sigi, kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora juga melakukan pembakaran rumah. Begini kondisi rumah yang dibakar kelompok MIT.
Serangan kelompok Ali Kalora terhadap permukiman warga di Sigi (Foto: ANTARA FOTO/Humas Polres Sigi)

Pengejaran Ali Kalora cs bukan tanpa kendala. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengungkapkan sulitnya memburu mereka.

"Saat ini tinggal 11 orang ini (kelompok Ali Kalora). Kalau dikatakan kecolongan memang sulit juga. Mungkin bukan kecolongan, tetapi memang wilayah operasinya mobilitas kelompok Ali Ahmad alias Ali Kalora saat ini sejak ditinggal Santoso itu dapat kita bayangkan kawasan pegunungan yang menyambungkan 3 kabupaten, Poso, Parigi Moutong dan Sigi," ungkap Boy dalam acara D'Rooftalk yang disiarkan secara langsung di detikcom, Rabu (2/12).

"Ini adalah pegunungan-pegunungan jadi mereka mobile bisa ke selatan, utara, barat. Mereka mendiami hutan yang sangat luas. Tentunya untuk menjangkau ke seluruh wilayah itu tindaklah mudah jadi ini sesuatu kerja panjang," imbuhnya.

Tak hanya itu. Pengumpulan informasi terkait Ali Kalora cs cukup sulit. Hal itu disebabkan di hutan tak ada sinyal telepon seluler. Terlebih, masyarakat sekitar pun enggan memberi tahu informasi terkait kelompok Ali Kalora ini.

"Di kawasan itu sinyal internet belum masuk. Kalau mereka menggunakan seluler android akan mudah dilacak keberadaannya. Akan tetapi untuk kumpulkan informasi keberadaan mereka ini tidak mudah, di tengah-tengah sosial suport kepada aparat tidak begitu menggembirakan, karena mereka umum khawatir, takut apabila memberi informasi kepada petugas karena mereka bisa jadi sasaran," ungkap Boy.

Sepanjang 2019-2020 ini tim gabungan TNI/Polri telah menangkap kurang-lebih 12 warga sekitar yang diduga membantu kelompok Ali Kalora. Para warga sekitar ini berperan sebagai penyuplai logistik ke kelompok Ali Kalora.

"Kalau dilihat progres yang berjalan ini menunjukkan hasil operasi ini sudah berhasil melumpuhkan dan menyeret ke pengadilan orang-orang yang terlibat langsung termasuk di antaranya warga setempat. Awalannya berperan penyuplai logistik dari 2019 dan 2020 ada sekitar 12 orang, mereka menjalankan peran yang mensuplai logistik telah ditangkap dan diadili," sebut Boy.

Halaman

(zak/zak)