Mahfud Md: Benny Wenda Napi yang Lari, Tak Punya Kewarganegaraan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 13:46 WIB
Mahfud Pimpin Rapat TGPF Penambakan di Papua
Mahfud Md, Menkopolhukam RI (Dok. Kemko Polhukam)

Dalam buku 'Updating Papua Road Map' yang disunting Suma Riella Rusdiarti dan Cahyo Pamungkas, dijelaskan perihal penangkapan Benny Wenda pada masa lalu. Pada 6 Juni 2002, Benny ditangkap dan ditahan di Jayapura. Tuduhan yang dikenakan adalah mengajak massa menyerang sebuah kantor polisi dan membakar dua toko di Abepura pada 7 Desember 2000. Benny dihadapkan ke pengadilan pada 24 September 2002.

Pada 27 Oktober 2002, Benny membobol jeruji besi. Dia kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Abepura. "Saya menjebol lubang ventilasi dan merangkak ke luar," kata Benny kepada The Guardian.

Dia dilarikan teman-temannya menyeberang ke negara di sebelah timur Jayapura, yakni Papua Nugini. Berkat bantuan kelompok LSM Eropa, Benny bisa kabur sampai Inggris. Dalam buku 'Papua Berdarah: Kesaksian seorang Fotografer di Papua Barat yang Lebih dari 30 Tahun' karya Peter Bang, Benny lewat bantuan pengacara Australia Jennifer Robinson mendapat perlindungan dari Inggris. Suaka dia dapatkan dari Inggris pada 2003.

"Ketika saya lari dari penjara Indonesia di West Papua (istilah orang-orang pro-kemerdekaan Papua untuk menyebut Provinsi Papua dan Papua Barat teritorial Indonesia) pada 2002, Oxford adalah satu dari tempat pertama di dunia yang menerima saya dan keluarga saya. Saat mendapatkan suaka di Inggris dan menjadikan Oxford sebagai rumah saya," kata Benny saat menerima penghargaan dari Dewan Kota Oxford, 12 Juli 2019 pekan lalu, dilansir situs resmi Pemerintah Oxford, diakses detikcom pada 18 Juli 2019.


(dnu/imk)