Mahfud Md: Benny Wenda Napi yang Lari, Tak Punya Kewarganegaraan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 13:46 WIB
Mahfud Pimpin Rapat TGPF Penambakan di Papua
Mahfud Md, Menkopolhukam RI (Dok. Kemko Polhukam)
Jakarta -

Benny Wenda mendeklarasikan pemerintahan sementara Papua lewat Twitter. Mahfud Md menjelaskan sosok Benny Wenda sebagai narapidana (napi) yang melarikan diri dari hukuman. Kini Benny tidak punya kewarganegaraan.

"Benny Wenda itu adalah seorang narapidana, seorang sudah dijatuhi hukuman pidana di sini, 15 tahun karena tindakan kriminil, tetapi lari," kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2020).

Benny mengumumkan pemerintahan sementara 'West Papua'. Dia mengumumkannya lewat Twitter pada 1 Desember kemarin. Mahfud mengimbau masyarakat agar tak perlu gusar dengan aksi Twitter Benny Wenda.

Benny disebutnya tidak punya kewarganegaraan. Dia bukan lagi Warga Negara Indonesia (WNI).

"Sehingga dia sekarang tidak punya kewarganegaraan. Di Inggris dia tamu, di Indonesia sudah dicabut kewarganegaraannya," kata Mahfud.

Benny menyampaikan deklarasinya via Twitter, Selasa (1/1) kemarin. Dia memanfaatkan momen 1 Desember yang diklaim OPM sebagai hari kemerdekaan Papua Barat.

"Today, we announce the formation of our Provisional Government of #WestPapua. From today, December 1, 2020, we begin implementing our own constitution and reclaiming our sovereign land," tulis Benny Wenda seperti dilihat Rabu (2/12).

Istilah 'West Papua' yang digunakan kelompok Benny dan kaum separatis Papua berbeda dengan 'Papua Barat' yang bermakna sebagai Provinsi dalam NKRI. 'West Papua' yang dimaksud Benny Wenda adalah wilayah Papua bagian barat, bukan bagian timur yang kini menjadi negara Papua Nugini.

Selanjutnya
Halaman
1 2