Setiap Hari Hakim Izinkan Puluhan Calon Belum Cukup Umur Menikah, Alasannya?

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 11:10 WIB
Ilustrasi pernikahan
Ilustrasi pernikahan (iStock)
Jakarta -

UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan memberikan syarat menikah minimal berusia 19 tahun, baik bagi calon pengantin perempuan ataupun bagi calon pengantin pria. Namun, dalam kenyataannya, masih banyak anak (belum berusia 18 tahun) yang diizinkan Pengadilan Agama menikah. Mengapa?

Hal itu tertuang dalam putusan yang dilansir website MA, Kamis (3/12/2020). Dalam salinan putusan yang diputus pada Rabu (2/12) kemarin, Pengadilan Agama (PA) di seluruh Indonesia masih memberikan izin menikah untuk usia di bawah 19 tahun. Berikut beberapa alasan-alasannya.

1. Batang Hari, Jambi
PA Muara Bulian mengizinkan seorang perempuan usia 18 tahun dinikahi pria usia 31 tahun dengan alasan digerebek warga pacaran hingga malam hari dan dinikahkan secara adat.

2. Lubuklinggau, Sumsel
PA Lubuklinggau mengizinkan seorang anak berusia 15 tahun 8 bulan dinikahi seorang pria berusia 20 tahun. Alasannya, calon pengantin perempuan sudah hamil 2 bulan.

3. Tulang Bawang, Lampung
PA Tulang Bawang mengizinkan seorang perempuan usia 18 tahun menikah dengan pria usia 21 tahun dengan alasan kedua calon menyatakan akan bersungguh-sungguh menikah dan mengerti hak dan kewajiban sebagai suami-istri. Hakim takut, bila tidak diizinkan menikah, malah akan mendatangkan mudarat.

4. Muara Labuh, Kerinci, Jambi
PA Muara Labuh mengizinkan perempuan usia 15 tahun 9 bulan dengan seorang pria usia 18 tahun 2 bulan. Majelis hakim mengizinkan keduanya menikah dengan alasan keduanya telah lama berkenalan dan sudah bergaul sangat dekat dan sudah saling mencintai serta sama-sama mempunyai keinginan yang kuat untuk menikah. Orang tua dan keluarga kedua belah pihak telah bermusyawarah dan menyetujui rencana pernikahannya dan menyatakan siap membimbing dan memberi bantuan baik moril maupun materiil kepada mereka dalam membina rumah tangga.

5. Rokan Hilir, Riau
PA Unjung Tanjung mengizinkan perempuan usia 17 tahun 8 bulan dinikahi pria usia 18 tahun 4 bulan. Majelis mengizinkan dengan alasan keduanya telah lama berhubungan dan menjalin cinta, sehingga pihak keluarga khawatir apabila tidak segera dinikahkan akan menimbulkan fitnah dan masalah di kemudian hari.

Selanjutnya
Halaman
1 2