Ketua MPR Uraikan Dampak Positif dan Negatif Pandemi COVID-19

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 23:57 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengulas pandemi COVID-19 telah mengubah cara hidup masyarakat. Perubahan itu antara lain mencakup cara bekerja atau belajar yang kini dilakukan di rumah, pembatasan untuk berkumpul di luar rumah, hingga kebiasaan menggunakan masker.

Selain itu, pandemi juga menimbulkan kesulitan bagi segelintir orang. Ada yang kehilangan pekerjaan atau berkurang penghasilannya, serta pelajar yang harus memiliki gadget dan jaringan internet untuk belajar.

"Semua mengalami perubahan, merasakan penurunan kinerja. Beruntung bagi yang memiliki televisi berjejaring internet, laptop dan hp canggih, mereka masih bisa bekerja dari rumah. Tetapi tidak semua orang merasakan keberuntungan itu. Dan itu bisa berimbas pada pekerjaan dan penghasilan mereka. Menurut Kadin Pandemi COVID-19, sudah membuat 6,4 juta orang kehilangan lapangan kerja pada bulan Oktober. Jumlah tersebut diperkirakan tembus menjadi 12 juta pada Desember ini," papar Bamsoet dalam keterangannya Rabu (2/12/2020).

Pandemi, lanjut Bamsoet, mendorong sejumlah orang berwirausaha karena kehilangan pekerjaan. Bamsoet menilai fenomena tersebut merupakan sesuatu yang dapat berdampak positif, karena para wirausahawan dapat membuka lapangan pekerjaan baru.

"Barangkali, inilah cara Tuhan mengubah jalan hidup mereka dari karyawan menjadi pengusaha. Buktinya, banyak juga di antara mereka yang berhasil menjalankan usaha barunya," timpal Bamsoet.

Ia menambahkan, masyarakat dapat mengeksplorasi peluang meraup penghasilan di desa dengan memanfaatkan potensi alam. Bamsoet mengatakan situasi pandemi membuat aktivitas ekspor-impor pangan terganggu, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.

"Indonesia merupakan satu diantara lima negara yang diyakini mampu memproduksi pangan baik untuk dirinya sendiri maupun bagi negara-negara lain di dunia. Ini menjadi kabar baik bagi bangsa Indonesia, apalagi kita memang memiliki potensi pertanian yang sangat besar," ulas Bamsoet.

Senada dengan Bamsoet, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Effendy mengatakan pandemi COVID-19 adalah cobaan dari Tuhan untuk umat manusia. Cobaan ini mendidik masyarakat agar bisa tabah, sehingga lebih maju dari sebelumnya.

"Manusia bisa maju jika berhasil menghadapi kesulitan, karena itu pandemi COVID-19 harus menjadi momentum untuk manusia Indonesia mencapai kemajuannya," ungkap Muhajir.

Ia mengulas pandemi menimbulkan dampak terhadap pembentukan sumber daya manusia. Namun, dampak yang timbul tersebut sulit diukur, tidak seperti dampak pandemi terhadap kondisi ekonomi. Ia mencontohkan, dalam situasi pandemi hampir tidak ada kasus drop out dari sekolah, karena aktivitas pembelajaran tatap muka terhenti dan banyak penyesuaian kebijakan.

"Gejolak bidang ekonomi itu mudah diukur, misalnya saja dari pasar saham. Tapi mengukur pengaruh pandemi terhadap Sumber Daya Manusia sangat sulit, bahkan tidak bisa diukur. Misalnya, sekarang tidak ada drop out. Bagaimana mau bilang tidak ada drop out, karena nyatanya tidak ada sekolah," kata Muhajir.

(akn/ega)