Kemnaker Ungkap Pentingnya Sinergitas Lembaga Produktivitas di Daerah

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 13:40 WIB
Kemnaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Direktur Bina Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Fachrurozi mengatakan produktivitas dan daya saing nasional menjadi hal yang sangat penting sebagai determinan pertumbuhan ekonomi Indonesia jangka panjang. Menurutnya, dalam meningkatkan hal itu perlu adanya kerja sama lintas sektor.

Sebab, kata dia, peningkatan produktivitas dan daya saing tidak akan pernah berhasil apabila tidak memiliki komitmen bersama antar lintas sektor, sehingga diperlukan rencana induk nasional dan roadmap (peta jalan) untuk mewujudkannya.

"(Road map tersebut) harus jelas dan terukur, untuk dapat mengimplementasikan Gerakan Nasional Peningkatan produktivitas dan daya saing secara masif dan berkesinambungan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/12/2020).

Hal ini diungkapkan dalam 'Workshop Pengembangan dan Penguatan Jejaring Lembaga Produktivitas' yang dilaksanakan di Harris Hotel Bekasi kemarin.

Fachrurozi menuturkan salah satu fokus area pengembangan jejaring kelembagaan produktivitas adalah perluasan kelembagaan dan jejaring pelayanan peningkatan produktivitas di tingkat nasional, sektoral dan daerah, yang meliputi lembaga-lembaga pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan, asosiasi profesi dan organisasi kemasyarakatan.

"Dengan adanya keberadaan forum sinergitas peningkatan produktivitas ini sangat penting sekali sekaligus berfungsi sebagai media untuk mewadahi hal-hal yang terkait dengan upaya-upaya peningkatan produktivitas dan daya saing di tiap daerah yang belum memiliki lembaga struktural di bidang produktivitas, sehingga dapat menjadi cikal bakal pendirian lembaga tersebut," jelasnya.

Diketahui, forum sinergitas peningkatan produktivitas merupakan lembaga non struktural yang berfungsi untuk memberikan masukan dan kontribusi bagi Pemerintah Provinsi/kabupaten/Kota untuk membuat kebijakan dalam upaya peningkatan produktivitas dan daya saing di semua sektor.

"Saat ini kami telah melakukan upaya komprehensif dengan merevisi perpres 50 tahun 2005 tentang Lembaga Produktivitas Nasional, di mana di dalam Perpres tersebut tertuang butir pembentukan LPD (Lembaga Produktivitas Daerah) dan ini menjadi momentum yang sangat baik bagi forum sinergitas sebagai awal lahirnya LPD," ucapnya.

"Kita semua tahu, saat ini BPPD yang ada di daerah tidak berfungsi dengan baik bahkan di beberapa daerah telah dihapus, sehingga ini menjadi bahan evaluasi pemerintah pusat untuk membuat strategi baru dalam membuat wadah/forum yang lebih flexibel dengan melibatkan unsur unsur lain, bukan hanya didominasi oleh unsur pemerintah dan memiliki hanya koor bisnis pelatihan saja, seperti yang telah diimplementasikan BPPD," paparnya.

Sementara itu, Kasubdit Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Lembaga Produktivitas Ade Syaekudin, selaku penanggung jawab teknis pelaksanaan kegiatan berharap pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota dalam membangun kerja sama lintas sektor agar lebih fokus masif dan sustainable dalam melakukan gerakan peningkatan produktivitas dan daya saing nasional.

"Kami berharap LPD ke depan menjadi kebijakan-kebijakan mikro peningkatan produktivitas dan daya saing yang akan dikemas dalam kebijakan makro Lembaga Produktivitas Nasional, sehingga langkah-langkah kebijakan akan lebih komprehensif dan realistis," pungkas Ade setelah menutup secara resmi kegiatan workshop yang diikuti oleh peserta dari 22 provinsi dan 4 kabupaten/kota yang telah terbentuk forum.

(ega/ega)