Round-Up

Kendali Virtual Pemerintahan Jakarta Saat Dua Pemimpin Positif Corona

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 06:31 WIB
Suasana terkini Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (1/12). Kantor Gubernur DKI Jakarta terpaksa harus tutup pasca Anies Baswedan positif dinyatakan COVID-19 berdasarkan hasil tes usap yang dilakukan Senin (30/11).  Sementara itu gedung utama Balai Kota yang terpisah dari kantor Gubernur Anies Baswedan tetap buka dengan menerapkan protokol kesehatan
Balai Kota DKI Jakarta / Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, dinyatakan positif Corona (COVID19). Kini, dua pemimpin ibukota itu pun menjalankan pemerintahan secara virtual.

Ahmad Riza Patria yang pertama mengumumkan positif Corona pada Minggu (29/11/2020) yang lalu. Hasil itu dia dapatkan usai tes pada Jumat (27/11).

Kemudian, Anies mengumumkan positif COVID-19 pada Selasa (1/12). Dia menjalani tes swab sehari sebelumnya.

Kini, Gubernur maupun Wagub DKI sama-sama menjalani isolasi mandiri. Anies menegaskan akan tetap memimpin keberjalanan Pemprov DKI Jakarta lewat jarak jauh. Dia melakukan rapat-rapat secara virtual.

"Saya akan tetap bekerja memimpin rapat-rapat secara virtual. Sejak Maret lalu kita sudah terbiasa bekerja secara virtual, dan Insya Allah tidak akan ada proses pengambilan kebijakan yang terganggu," ungkapnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi undangan Polda Metro Jaya untuk klarifikasi soal kerumunan di acara Habib Rizieq Shihab, Selasa (17/11/2020).Anies Baswedan / Foto: Rengga Sancaya

Anies juga menegaskan pengambilan keputusan di Pemprov DKI tidak akan terganggu. Selain itu, para staf di Balai Kota tetap bekerja dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Insyaallah tidak akan ada gangguan dalam proses pengambilan keputusan dan juga dalam proses pemerintahan, dan sesuai protokol juga sesuai aturan yang kita buat, unit kantor Gubernur akan ditutup seperti juga unit kantor Wakil Gubernur ditutup," ujar Anies.

Di sisi lain, saat ini belum ada pejabat definitif untuk posisi Sekda DKI setelah Saefullah meninggal. Fraksi-fraksi di DPRD DKI juga berkomentar soal kondisi pemerintahan Jakarta ini.

Selengkapnya di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5