Round-Up

Aksi Rusuh di Boven Digoel Papua Usai Calon Bupati Didiskualifikasi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 22:43 WIB
Rumah cabup di Boven Digoel, Papua, dibakar pendukung paslon lain yang protes keputusan KPU (dok Polda Papua)
Rumah cabup di Boven Digoel, Papua, dibakar pendukung paslon lain yang memprotes keputusan KPU. (dok Polda Papua)
Boven Digoel -

Situasi dan kondisi Kabupaten Boven Digoel, Papua, memanas satu minggu menjelang Pilkada 2020 digelar. Suasana Boven Digoel menjadi mencekam lantaran keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas pencoretan pasangan calon (paslon) nomor 4, Yusak Yaluwo-Yakob Weremba.

Para pendukung Yusak-Yakob berang. Aksi anarkis pendukung Yusak-Yakob pun tidak terelakkan. Wartawan dan polisi dianiaya, sedangkan kantor bupati dirusak. Bahkan rumah salah satu calon bupati (cabup) Boven Digoel turut jadi sasaran, yakni dibakar.

Peristiwa itu terjadi kemarin, Senin (30/11/2020), sekitar pukul 15.30 WIT. Sekitar 400 pendukung Yusak-Yakob mengamuk di Kota Tanah Merah, yang merupakan ibu Kota Kabupaten Boven Digoel. Massa pendukung Yusak-Yakob saat itu mendatangi kantor KPUD Boven Digoel.

Pengamanan di Boven Digoel atas aksi anarkis pendukung salah satu paslon Pilbub Boven Digoel (Instagram @gegana_id)Pengamanan di Boven Digoel atas aksi anarkis pendukung salah satu paslon Pilbub Boven Digoel. (Instagram @gegana_id)

Mereka melakukan penyerangan. Akibatnya, seorang anggota Brimob terluka akibat terkena panah.

"(Massa) melakukan penyerangan terhadap anggota yang sedang melakukan pengamanan di Kantor KPUD Boven Digoel, serta dari penyerangan tersebut salah satu anggota Brimob terkena panah di bagian punggung kiri," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangannya, Selasa (1/12/2020).

Sebelum menyerang KPUD Boven Digoel, massa juga melakukan serangkaian tindakan perusakan. Kapolres Boven Digoel dan Dandim 1711 BVD sempat bernegosiasi dengan massa yang akan berkonvoi sekitar pukul 10.30 WIT. Namun pendukung Yusak-Yakob tak mengindahkan dan tetap berkonvoi.

"Pukul 12.30 WIT massa melakukan konvoi menuju ke arah kota dan massa pun melakukan penganiayaan terhadap salah satu wartawan dan anggota Polres Boven Digoel. Setelah melakukan penganiayaan massa kemudian melakukan pawai menuju km 02 Tanah Merah dan melakukan perusakan terhadap kantor Bupati Boven Digoel," ungkap Kombes Ahmad.

Aksi pendukung Yusak-Yakob tak berhenti. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke kediaman cabup Boven Digoel nomor urut 2, Chaerul Anwar.

Apesnya, rumah Chaerul tidak jauh dari posko pemenangan Yusak-Yakob, hanya berjarak 1 kilometer. Sesampai di lokasi, massa lalu merusak dan membakar rumah Wagub Boven Digoel nonaktif itu.

"Anggota yang melakukan pengawalan mencoba untuk mencegah aksi tersebut, namun massa tetap nekat membakar rumah milik paslon nomor 2," sebut Ahmad.

Pihak kepolisian kemudian memutuskan untuk mengerahkan personel tambahan untuk mengamankan Kabupaten Digoel. Pasukan dari luar Boven Digoel pun dikerahkan.

Seperti apa selengkapnya? Baca di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2