2 Desa di Jambi Berdamai, Kasus Perusakan Lahan-Penembakan Tetap Lanjut

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 19:44 WIB
Pertikaian dua desa di Jambi diselesaikan secara damai lewat hukum adat (dok Istimewa)
Pertikaian dua desa di Jambi diselesaikan secara damai lewat hukum adat. (dok Istimewa)
Jakarta -

Dua desa di Jambi bertikai sebulan lebih yang dipicu konflik lahan. Pertikaian antara Desa Semerap dan Muak ini pun mengakibatkan tewasnya seorang warga.

Kapolda Jambi Irjen A Rachmad Wibowo mengatakan pihak Polres Kerinci menerima dua laporan terkait pertikaian dua desa ini. Meski kedua desa telah didamaikan secara adat, proses hukum tetap berjalan.

"Adanya dugaan tindak pidana perusakan, yaitu objek tanaman milik masyarakat Semerap yang berladang di Muak, kemudian adanya kasus penembakan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Irjen Rachmad Wibowo dalam keterangannya, Selasa (1/12/2020).

Terkait kasus perusakan ladang, Polres Kerinci telah meningkatkan kasus ke penyidikan dan menetapkan dua orang tersangka, yaitu Agus dan Tran. Kedua tersangka kooperatif dengan bersedia wajib lapor dan berkas kasus keduanya telah dikirim ke Kejaksaan Negeri Sungai Penuh.

Sementara untuk kasus penembakan, Polres Kerinci telah membongkar makam untuk mengecek proyektil atau peluru yang diduga masih bersarang di kepala korban.

"Ternyata setelah dilakukan ekshumasi memang adanya proyektil tersebut dan dilakukan penyitaan dari dokter yang melakukan autopsi, dan dilakukan uji balistik Labfor Palembang," katanya.

Konflik Desa Muak dan Desa Semerap telah diselesaikan lewat hukum adat. Para tokoh adat (depati) sudah dipertemukan dan dicapai kesepakatan damai.

"Hasil mediasi ini, kita berharap tidak ada lagi permasalahan ke depannya, karena para depati sudah saling bertemu dan sepakat," kata Kapolda Jambi Irjen A Rachmad Wibowo dalam keterangan tertulis, Selasa (1/12).

Untuk diketahui, konflik dua desa tersebut terjadi pada Minggu (25/10). Konflik diawali pembakaran ladang warga Desa Semerap oleh warga Desa Muak yang berujung kemarahan warga Semerap. Warga Semerap lalu menuju perbatasan Desa Muak dengan membawa tombak dan parang.

Selanjutnya
Halaman
1 2