Cerita Warga di Medan Ngaku Diminta Pose 2 Jari Lalu Diberi Rp 20.000

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 14:47 WIB
Warga yang mengaku menerima uang dan berpose 2 jari (Tim detikcom)
Foto: Warga yang mengaku menerima uang menirukan pose 2 jari (Tim detikcom)
Medan -

Panwascam Medan Timur mengatakan sedang mengumpulkan bukti terkait info dugaan pembagian uang ke warga diduga untuk mendukung Bobby Nasution-Aulia Rachman. Warga yang mengaku menerima uang bercerita soal peristiwa tersebut.

Salah satu warga, Almizetry, mengatakan peristiwa itu terjadi di wilayah Kelurahan Gaharu, Medan Timur. Menurutnya, ada orang yang memanggil dan mengajak warga setempat berkumpul di salah satu rumah.

"Saya tahunya kejadian malam itu, siapa yang datang kumpul KTP, kumpul KTP, jadi difoto kita pegang uang Rp 50.000, totalnya siap di foto cuma dikasih Rp 20.000, itu aja kejadiannya," kata Almizetry kepada wartawan, Selasa (1/12/2020).

Dia mengaku ikut ke rumah warga yang dimaksud karena suasana di lingkungannya sudah heboh. Saat tiba di rumah yang dimaksud, katanya, dirinya diminta mengumpulkan KTP lalu berfoto dengan pose 2 jari.

"Sampai di rumah Kak Sui, ini kumpul KTP, siap itu berfoto, pegang duit Rp 50.000 gini kan (sambil memperagakan pose 2 jari). Jadi kita nggak tahu siap difoto kasih cuma Rp 20 ribu," ujar Almizetry.

Almizetry mengaku dirinya ikut berfoto dan menerima uang. Namun, si pemberi tidak menyebut dengan detail asal dan tujuan bagi-bagi uang itu.

"Udah sempat. Ya Rp 20.000, Megang aja Rp 50 ribu, foto, KTP dicatat, nggak dipegang. Nggak ada (sebut asal dan tujuan pembagian uang). Cuma bagi-bagi ini uang, pribadi saya katanya. Nggak ada partai, siapa-siapa, gitu dia bilang," ujarnya.

Dia mengaku curiga karena diminta berpose 2 jari. Menurutnya, hal itu mengarah ke salah satu calon di Pilkada Medan, yakni nomor urut 2 Bobby Nasution-Aulia Rachman.

"Iya. Kita udah tahu ini pasti Bobby kan. Itu ajanya. Saya sudah curiga Bobby lah gini. Curiga saya," sebut Almizetry.

Warga lainnya, Saladin, menyebut peristiwa itu terjadi pada Sabtu (28/11) malam. Dia mengaku awalnya melihat warga ramai-ramai melewati rumahnya, padahal saat itu kondisi sedang hujan.

"Saya tanya juga, 'Ngapain?' 'Ada pembagian, pembagian dana' kan begitu. Terus saya biarin saja, kira-kira setengah jam kemudian saya lihat ke lokasi, ke TKP dan saya ambil fotonya. Foto warga yang datang, kemudian foto ketika proses pembagian. Waktu saya foto pelaku, dia membagikan itu, dia lihat saya, setelah itu saya pulang," ujar Saladin.

Dia mengatakan warga meninggalkan lokasi sambil ngomel karena merasa dibohongi. Selain itu, kata Saladin, ada warga yang mendatangi rumahnya dan menyebut pihak yang diduga memberi uang mencari dirinya karena sempat mengambil foto di lokasi.

Simak juga video 'Ratusan Botol Miras Diamankan Jelang Pilkada di Konut':

[Gambas:Video 20detik]



Saladin mengaku datang dan menanyakan dari mana asal dua orang perempuan yang membagikan uang tersebut. Dia menyebut perempuan itu mengaku datang membagikan dana sertifikasi dan dana COVID-19.

"Saya bilang, saya relawan COVID di Medan Timur, setahu saya kalau COVID nggak ada bagi-bagi uang dan kalaupun ada harus jelas. Saya tanya mana identitas ibu, surat tugas? Terus dia bilang 'Ini dari kecamatan'. Saya bilang 'Saya telepon Pak Camat sekarang juga di hadapan kakak, kalau kakak bohong'. Terus dia bilang 'Ini dari LSM'. 'LSM mana?' nah, saya tanya, saya kejar terus minta identitasnya. Dia nggak bisa buktikan," sebut Saladin.

Singkat cerita, kata Saladin, perempuan yang diduga membagi uang itu menelepon seseorang yang kemudian datang ke lokasi. Dia menyebut sempat bertanya tentang sumber dan tujuan pemberian uang ke warga.

"Saya tanya sumber uangnya dari mana, 'Sumber dananya ini dari Medan berkah.' Terus saya kejar, 'berarti ini Bobby ya, 02 ya?' Langsung dia bilang 'iya'. Terus cabut orangnya," sebut Saladin.

Saladin menyebut saat itu Panwas telah hadir. Dia menyebut Panswas merekam semuanya.

Sebelumnya, Panwascam Medan Timur mengatakan mendapat informasi dua orang wanita yang diduga membagikan uang ke warga lainnya agar memilih Bobby-Aulia. Panwas sedang mengumpulkan bukti.

"Itu sudah kita jadikan informasi awal, sesuai dengan Perbawaslu 8 Tahun 2020 kami memiliki waktu 7 hari untuk melakukan pengumpulan alat bukti pendukung lainnya," kata Ketua Panwascam Medan Timur, Taufik, saat dimintai konfirmasi, Senin (30/11).

Timses Bobby-Aulia menepis pihaknya yang membagikan uang. Dia mengatakan Panwascam harus mengusut tuntas dugaan pelanggaran yang terjadi. Meryl mempertanyakan apakah informasi yang didapat soal dugaan pembagian uang itu sudah cukup kuat atau belum.

"Kami tentunya melakukan kampanye ini dengan ketentuan undang-undang yang berlaku, tidak akan melanggar apalagi menggunakan money politic," kata Jubir Tim Pemenangan Bobby-Aulia, Meryl Saragih, Senin (30/11).

(haf/haf)