Polisi Periksa 13 Saksi Terkait Perawatan Habib Rizieq di RS UMMI

Taufieq Renaldi Arfiansyah - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 14:31 WIB
Jakarta -

Polisi sudah memeriksa 13 saksi terkait perawatan imam besar FPI Habib Rizieq Shihab di RS UMMI Bogor. Belasan saksi yang sudah diperiksa itu mulai dari MER-C hingga pihak RS UMMI.

"13 orang, 4 dari Satgas COVID Kota Bogor, 2 dari MER-C, kemudian 7 dari Rumah Sakit UMMI. Itu dari yang Rumah Sakit UMMI ini dua merupakan perawat yang menangani pada saat itu, kemudian 5 dari pihak manajemen, baik direktur utama, direktur umum, direktur pelayanan, direktur pemasaran, dan direktur jaga pada saat itu," ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser di Polresta Bogor Kota, Selasa (01/12/2020).

Hendri menyebutkan, dari 13 orang itu, 6 saksi diperiksa hari ini. Mereka antara lain Ketua Pelaksana Satgas COVID Kota Bogor, sekuriti, hingga ahli pandemi.

"Enam orang saksi yaitu dari Ketua Pelaksana Satgas COVID, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPBD, sekuriti, dan juga dari ahli pandemi," jelas dia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Priyatnasyamsah menuturkan pemeriksaan terhadap dirinya masih seputar tupoksi BPBD Bogor sebagai bagian dari Satgas COVID-19.

"Masih seputar tupoksi dari BPBD sih, tugas sehari-hari dan tugas di dalam satgas," kata Priyatnasyamsah di sela waktu istirahat di Polres Kota Bogor.

Sebelumnya, Direktur Umum RS UMMI Andi Tatat telah dimintai klarifikasi polisi terkait perawatan Habib Rizieq. Andi dicecar polisi dengan puluhan pertanyaan.

"Kalau saya secara umum ada 37 pertanyaan," kata Andi Tatat setelah dimintai klarifikasi di Polresta Bogor, Jawa Barat, Senin (30/11/2020).

Andi mengatakan ada tujuh orang dari RS UMMI yang dimintai klarifikasi polisi. Mereka adalah pihak direksi hingga dokter.

Dia mengatakan sudah menjelaskan semua hal yang ditanyakan polisi. Andi mengatakan semua pertanyaan berkaitan seputar Habib Rizieq.

"Sejak awal kami menyampaikan bahwa semua yang terkait dengan Habib Rizieq kami sampaikan semuanya. Dan sekali lagi, tidak ada satu pun yang tidak disampaikan. Untuk itu, dari 37 pertanyaan yang didapatkan oleh kami itu dari satu sampai akhirnya itu adalah seputar terkait dengan yang berkembang saat ini tidak ada yang lebih sedikit pun," ujar dia.

(idn/idn)