HUT OPM, 2.738 Personel Polda Papua Barat Disiagakan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 13:41 WIB
Polisi
Ilustrasi polisi (Grandyos Zafna/detikcom)
Timika -

Lebih dari 2.000 personel Polda Papua Barat diturunkan untuk pengamanan malam 1 Desember atau yang bertepatan dengan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM). Personel tersebut akan disebar di wilayah Papua Barat untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Saat ini personel Polda Papua, untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman, ada sebanyak 2.738 personel yang tersebar di seluruh jajaran wilayah hukum Polda Papua Barat," ujar Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Adam Erwin melalui keterangan tertulis, Selasa (1/12/2020).

Adam menuturkan polisi akan membubarkan kegiatan yang tidak sesuai dengan aturan dan menimbulkan kerumunan. Adam menegaskan polisi bakal menindak tegas mereka yang menyelenggarakan kegiatan tersebut.

"Apabila ada kegiatan yang tidak sesuai aturan-aturan yang ada, akan dibubarkan, bahkan bila ada unsur tindak pidana, akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku," jelasnya.

Adam mengimbau masyarakat Papua tidak terprovokasi oleh isu liar yang beredar. Sebab, kata Adam, akan ada pertanggungjawaban hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku bagi mereka yang membuat keonaran karena termakan hoaks.

"Jangan mau terprovokasi oleh hal-hal yang tidak bertanggung jawab karena akibatnya harus dipertanggungjawabkan sesuai aturan hukum dan undang-undang yang berlaku," imbuhnya.

Sebelumnya, pasukan TNI-Polri di Timika, Papua, menggelar apel persiapan menjelang 1 Desember. Apel pasukan ini juga digelar demi persiapan pengamanan menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2021.

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, Dandim 1710 Mimika, dan para komandan kesatuan TNI se-Garnisun Mimika ikut dalam apel yang digelar di Lapangan Mapolres 32, Timika, Senin (30/11).

Apel ini diikuti sedikitnya 500 personel gabungan TNI-Polri, Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan), dan Satgas Amole.

Aparat meningkatkan penjagaan keamanan menjelang 1 Desember karena diklaim sekelompok orang di Papua sebagai hari Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM). Pada tahun sebelumnya, 1 Desember, sering dilakukan aksi-aksi pengibaran bendera Bintang Kejora.

(isa/isa)