KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Korupsi Proyek di Bakamla

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 11:49 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
Foto: Gedung Merah Putih KPK (Rachman Haryanto)
Jakarta -

Penyidik KPK melakukan pemanggilan terhadap dua tersangka kasus korupsi proyek pada Badan Keamanan Laut (Bakamla). Mereka akan diperiksa terkait perkara dugaan korupsi pengadaan perangkat transportasi informasi terintegrasi atau backbone coastal surveillance system (BCSS) Bakamla RI pada 2016.

Keduanya yakni Ketua Unit Layanan dan Pengadaan Leni Marlena (LM). Seorang lagi yakni Anggota Unit Layanan Pengadaan BCSS, Juli Amar Ma'ruf (JAM).

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai tersangka," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Selasa (1/12/2020).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga tersangka baru. Selain Leni Marlena dan Juli Amar Ma'ruf, KPK juga menetapkan Direktur Utama PT CMI Teknologi (CMIT) Rahardjo Pratjihno selaku rekanan BCSS Bakamla.

Kasus ini berawal pada 2016 saat Bambang Udoyo selaku Direktur Data Informasi diangkat menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK) kegiatan peningkatan pengelolaan informasi, hukum, dan kerja sama keamanan dan keselamatan laut, serta Leni dan Juki diangkat menjadi Ketua dan anggota ULP di Bakamla.

Pada tahun yang sama, ada usulan anggaran pengadaan BCSS yang terintegrasi dengan Bakamla Integrated Information System (BIIS) senilai Rp 400 miliar yang bersumber dari APBN-P 2016. Kemudian, ULP Bakamla mengumumkan lelang BCSS dengan pagu anggaran Rp 400 miliar dan nilai total HPS sebesar Rp 399,8 miliar dan PT CMIT, kemudian dinyatakan sebagai pemenang lelang pada September 2016.

Kemudian terjadi pemotongan anggaran oleh Kemenkeu pada Oktober 2016. Meski anggaran yang ditetapkan oleh Kemenkeu untuk pengadaan ini kurang dari nilai HPS pengadaan, ULP Bakamla tidak melakukan lelang ulang.

Selengkapnya baca di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2